MAGELANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyempatkan diri memimpin rapat koordinasi (rakor) kepala SMK swasta dan negeri di seluruh Jateng di sela kunjungnya ke Magelang, kemarin. (20/1). Acara yang digelar di Ballroom Atria Hotel and Conference tersebut sebagai upaya gubernur mendukung Gerakan SMK menjadi pabrik orang cerdas di Indonesia.Saat ini, jumlah lapangan pekerjaan yang ada di Jawa Tengah dan Indonesia umumnya sangat terbatas. Semua lapangan pekerjaan belum bisa memenuhi kuota pekerja seluruh lulusan sarjana maupun lulusan pendidikan menengah.Ganjar mengemukakan, siswa SMK merupakan pabrik dari orang-orang yang berkualitas. Faktanya, banyak lulusan perguruan tinggi (PT) yang bingung saat mencari pekerjaan. “Banyak yang menerapkan sing penting nyambut gawe. Enggak peduli dengan jurusan dan fakultasnya,” kata Ganjar.Karena itu, Ganjar berharap, SMK di Jateng bisa menerapkan inovasi dan terobosan mutakhir untuk masyarakat Indonesia. Karena hasil karya anak bangsa ini banyak yang diakui negara-negara maju. “Kualitas hasil produksi anak SMK harus ditingkatkan. Bahkan sampai ke tingkat internasional. Kita sadar betul, banyak produk anak SMK yang melejit untuk perusahaan ternama. Salah satunya knalpot mobil Mercedez,” ungkapnya.Ia meminta perusahaan otomotif di Indonesia tidak segan mengadakan kerja sama dengan SMK-SMK. Sebab, kualitas hasil produksinya tidak kalah dengan pabrikan kelas internasional.”Tapi bisa tidak ya, ordernya suruh kerja sama dengan SMK. Misalnya, pabrik otomotif mengadakan kerja sama dengan SMK, knalpotnya diorder, spionnya diorder, rantainya juga, pokonya macam-macam,” harapnya.Selain itu, Ganjar juga menyerahkan hadiah pada beberapa SMK dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) DDS III Jawa Tengah. Bantuan tujuh unit motor disalurkan pada tujuh SMK di Jawa Tengah sebagai alat penunjang kegiatan siswa kejuruan. Yaitu, SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, SMK Bunda Satria Banyumas, SMK Islamiyah Tegal, SMKN 5 Kendal, SMKNU Maarif Ajibarang, SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, dan SMK Palapa Semarang. “Bantuan ini wujud kepedulian Yamaha pada dunia pendidikan Indonesia,” tegas Chief DDS 3 Semarang PT YIMM Eddy Ang.Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Jawa Tengah Edi Drajat mengatakan, bantuan tersebut bermanfaat. Banyak sekolah yang kekurangan alat dan tempat praktik. Selain menerima bantuan berupa motor, pihaknya juga menerima bantuan dari sejumlah perusahaan. “Ada lima perusahan yang memberikan bantuan dan tujuh yang melaksanakan MOU kerja sama,” katanya.(dem/hes)