PURWOREJO – Aksi kawanan rampok di Bank BRI Unit Sruwuhrejo, Kecamatan Butuh, Purworejo benar-benar seperti koboi saat menakuti korban. Pelaku yang diduga berjumlah enam orang dan mengendarai tiga sepeda motor tanpa plat nomor tersebut diduga menembakkan pistol sebanyak 13 kali.Jumlah itu diketahui setelah petugas kembali menemukan dua selongsong dan satu proyektil peluru di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Begitu ditemukan, barang bukti langsung disusulkan ke Puslabfor Polda Jateng di Semarang, kemarin.(20/1)”Selongsong peluru dan proyektil yang berhasil ditemukan akan diuji balistik guna mengetahui jenis dan berapa senjata yang digunakan pelaku,” ungkap Kapolres Purworejo AKBP Roma Hutajulu SIK MSi usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Purworejo, kemarin (20/1).Roma melanjutkan, dua selongsong dan satu proyektil tersebut ditemukan di luar halaman Kantor BRI. Menurutnya, pelaku masih sempat melepaskan beberapa kali tembakan saat keluar dari kompleks BRI Sruwuhrejo. “Tujuan tentu menakut-nakuti masyarakat yang ada di dekat TKP saat kejadian. Mereka melepaskan sejumlah tembakan saat hendak kabur,” imbuhnya.Dikatakan Roma, pihaknya masih minim barang bukti dan informasi. Namun sempat ada yang melihat pelaku menggunakan tiga kendaraan bermotor tanpa pelat nomor. Dua sepeda jenis Yamaha Jupiter dan satu lagi Honda Supra X. “Polisi hanya berpegang pada ciri-ciri fisik pelaku, di mana ada enam orang pelaku. Kejadiannya sangat cepat. Tampaknya, pelaku cukup profesional, terbukit mereka rapi dalam menghilangkan jejak dan sempat membawa rekaman CCTV,” katanya.Hingga kini, Polres Purworejo masih intens berkomunikasi dengan Polres Kebumen dan Kulonprogo. Informasi yang berkembang, pelaku diduga kuat menyebar kabur ke arah Grabag, Mirit yang masuk Kebumen, dan ke timur atau Kulonprogo. “Inforamsi sementara dari Kapolres Kebumen dan Kapolres Kulonprogo, belum mendapatkan atau menjaring pelaku seperti data yang sudah kalian tulis sebelumnya,” imbuh Roma.Polres, lanjut Roma, terus berkoordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Jateng. Khususnya untuk penggambaran penyelidikan dengan beberapa kasus serupa yang identik seperti di Wonogiri dan Kendal. “Di Wonogiri dan Kendal, pelaku perampokan juga menghambur-hamburkan tembakan saat beraksi termasuk saat keluar dari lokasi kejadian,” katanya.Jajaran Reskrim Pulres Purworejo masih melakukan penyisiran di lapangan, sekaligus mempelajari kembali arah kabur para pelaku. “Anggota melakukan penyisiran dari awal lagi, lantaran informasi yang diterima masih simpang-siur. Konsentrasi kami mengetahui alur mereka keluar dari lokasi kejadiannya,” katanya.Sejumlah saksi dan informasi terus digali dari warga sekitar Kantor BRI Unit Sruwohrejo, termasuk mencari orang yang patut dicurigai. “Di dekat kantor BRI itu kan ada warung-warung yang biasa digunakan nongkrong. Kami akan cari tahu, apakah beberapa hari sebelum kejadian ada atau tidak orang-orang yang mencurigakan,” katanya lagi.Di bagian lain, Roma mengkiritisi lemahnya sistem pengamanan dari pihak bank terhadap tindak kejahatan. Roma menilai, kantor bank yang masih menyewa di rumah penduduk tersebut cukup sulit dilakukan pengamanan. “Untuk ukuran bank, setidaknya dari segi bangunan sudah ada upaya pengamanan dengan menerapkan satu pintu. Selain itu, tenaga keamanan (Satpam, Red), keterampilannya juga masih kurang maksimal. Tombol panik yang terhubung dengan Polsek terdekat juga tidak ada,” kritiknya.(tom/hes)