WONOSARI – Meski sudah dibuka pendaftaran sejak tahun lalu tim pemantau pemilu sepi peminat. Pasalnya, sosialisasi dari KPUD kepada masyarakat sangat minim. Penyelenggara pemilu yang satu ini memberikan sosialisasi berbarengan pada saat pendaftaran parpol.Ketua KPUD Gunungkidul M Zainuri Ikhsan mengatakan, belum satupun elemen masyarakat mendaftarkan diri sebagai tim pemantau independen. “Sosiaisasi tim pemantau kami sampaikan ketika pendaftaran parpol. Bagi masyarakat yang beminat kami persilakan mendaftar,” kata Zainuri (20/1).Dia mengatakan, minimnya partisipasi masyarakat dalam tim pemantau juga dipengaruhi oleh persyaratan. Tim tersebut tidak didanai. Artinya, seluruh kegiatan menggunakan uang secara mandiri. “Tim pemantau ini hukumnya sunah,” katanya.Ketua Panwaslu Gunungkidul Buchori Ikhsan mengatakan, terkait masih minimnya tim pemantau pemilu yang mendaftar, dia menduga berkaitan dengan pembiayaan.”Namun kami sudah membentuk mitra pengawas pemilu. Tim ini di bawah kendali panwaslu, melibatkan perguruan tinggi. Kami sudah menggandeng perguruan tinggi untuk diajak kerja sama. Jumlahnya sekitar 100 orang. Mereka mendapatkan honor,” kata Buchori.Tim tersebut mulai digarap akhir Februari dan memiliki tugas pengawasan hingga saat pemungutan suara. Selain itu panwas juga menyiapkan 398 Petugas Pengawas Pemilu (PPL), dan panwascam sebanyak 54 orang.Sementara itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Gunungkidul, Ervan Bambang Dermanto menuding tim pemantau pemilu minim sosialisasi. Dia berharap informasi tersebut benar-benar disampaikan kepada publik. Apalagi pemantau pemilu sangat dibutuhkan untuk mengawal pemilu.”Jika tidak dikawal berbahaya. Contohnya, berkaitan dengan banyaknya caleg yang melakukan money politics sebagai alat mendapatkan dukungan,” ujarnya. (gun/iwa)