SLEMAN – Sidang perdana praperadilan atas kasus meninggalnya wartawan Harian Bernas Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin yang diajukan Jogja Police Watch (JPW) melawan Polda DIJ berlangsung singkat kemarin (21/1). Sidang yang dipimpin hakim Sutikna SH di Pengadilan Negeri Sleman itu berjalan tak lebih dari sejam.Singkatnya sidang lantaran pihak termohon belum siap membacakan jawaban atas materi permohonan praperadilan yang diajukan kuasa hukum pemohon yang dipimpin Ramdlon Naning SH. “Sidang dilanjut besok (hari ini). Diawali jawaban termohon. Lalu pembuktian alat bukti,” ungkap Sutikna sebelum mengetuk palu tanda sidang ditutup.Salah seorang kuasa hukum termohon yakni AKBP Bambang Wardani, mengaku belum bisa menjawab materi sidang yang diajukan kuasa hukum JPW. Kendati begitu, dia berjanji menyiapkan alat bukti berupa surat dan saksi sebagai jawaban atas gugatan pemohon praperadilan. “Kami belum bisa melihatnya. Semua masih disiapkan. Besok (hari ini) saja,” kelitnya usai sidang saat ditanya soal alat bukti.Ramdlon mengaku kecewa dengan penundaan sidang lantaran pihak Polda DIJ tak siap jawaban. Kendati begitu, dia dapat memakluminya.Dia juga berencana menghadirkan saksi dan membeber sejumlah alat bukti berupa surat. Itu akan menunjukkan ketidakseriusan polisi dalam mengungkap kasus meninggalnya Udin pada 1996.Atau setidaknya, lanjut dia, alat bukti tersebut untuk mengungkap bahwa polisi telah secara diam-diam menghentikan penyidikan dan menunggu kasus tersebut kedaluwarsa hingga Agustus 2014. “Kami hanya ingin kepastian hukum,” tegasnya.Ramdlon berharap Polda DIJ secara jantan mengakui ketidakmampuannya mengungkap kasus tersebut. Selain itu, polda mengeluarkan surat resmi penghentian penyidikan.Namun, tegas dia, jika polda tetap mau mengusut kasus tersebut maka harus ditunjukkan bukti baru. Sebab, selama ini penyidik meyakini pelaku pembunuh Udin adalah Dwi Sumaji alias Iwik.Iwik sempat dituding sebagai pembunuh dengan tuduhan perselingkuhan. Padahal, sangkaan polisi saat itu telah dimentahkan oleh pengadilan. Iwik dibebaskan dari segala jerat hukum karena tak terbukti bersalah. “Kalau memang polda serius, tunjukkan dong tersangka baru,” tandas Ramdlon.Ketua JPW Asril Sutan Marajo menyerahkan, sepenuhnya penanganan perkara bernomor 01/PID.PRA/2014/PN.Slmn kepada tim penasihat hukum yang dipimpin Ramdlon. Menurut dia, JPW berhak mengajukan praperadilan atas kasus tersebut lantaran sebagai lembaga pengawas kinerja polisi pihaknya menemukan adanya keganjilan dalam penuntasan perkara Udin. “Mana buktinya polisi serius? Polda tak usah malu-malu mengakui jika memang tak mampu mengungkap kasus ini. Kami hanya perlu itu,” ujarnya. (yog/amd)