JOGJA – Pengembangan usaha Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIJ, Bulog Mart, sudah dijalankan sejak tahun lalu. Selain membuka toko kecil, Bulog Mart tahun ini juga mulai mengincar pasar di perusahaan swasta maupun BUMN untuk menjadi suplier.Kepala Perum Bulog Divre Jogjakarta Awaludin Iqbal menjelaskan saat ini Bulog Mart menjajaki pasar untuk suplai berbagai kebutuhan pokok. Sasarannya pada kalangan tertentu, seperti perusahaan swasta maupun BUMN yang ada di DIJ. “Bulog Mart sudah mulai beroperasi sejak tahun lalu meski dengan toko yang kecil, tahun ini kami coba menyasar pasar baru,” ungkapnya.Menurutnya Bulog Mart akan difokuskan pada komoditas pangan pokok. Seperti beras, minyak goreng, gula pasir hingga kedelai. Khusus beras yang dijual Bulog Mart merupakan beras premium untuk kalangan menegah ke atas. Kedepan, harap dia, Bulog Mart juga akan menjual terigu yang saat ini belum terealisasi.Selain itu untuk memperluas pemasaran, Bulog Mart berencana untuk menjual produknya berbarengan dengan saat dilakukan operasi pasar. Sehingga nantinya disamping menjual produk PSO juga terdapat produk Bulog Mart. Keberadaan Bulog Mart tidak bermaksud menyaingi toko-toko milik masyarakat sekitar maupun swalayan lain. “Ini memang program dari pusat. Kami hanya diminta ikut serta meramaikannya,” ujarnya.Diharapkan konsep Bulog Mart dapat diubah, yakni tidak harus mempunyai bangunan fisik. Karena pada intinya Bulog ingin dapat membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga bersaing. Sehingga mampu menstabilkan harga sembako di masyarakat, terutama pada saat terjadi over demand atau permintaan yang berlebihan. (pra/ila)