MAGELANG – Jalan Gatot Subroto yang sering disindir mirip “super bowl” di lintasan motocross akhirnya diperbaiki. Banyaknya gundukan akar yang menonjol seperti polisi tidur mulai dibongkar DPU Kota Magelang. Tentu saja, DPU melibatkan rekanan PT Armada Hada Graha (AHG), selaku pelaksana proyek rehab jalan perkotaan yang nilai kontraknya mencapai Rp 14,548 miliar tersebut.Saat ini, fokus perbaikan pada tonjolan akar pohon di Jalan Gatot Subroto. Tepatnya, di depan Borobudur International Golf and Country Club (BIGCC) di Bayeman, Kota Magelang.”Masih masa pemeliharaan. Kami memperbaiki beberapa tonjolan atau gundukan akar yang dirasa membuat tidak nyaman pengendara,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek tersebut, Budi Susilo, kemarin (21/1).Menurut Kabid Bina Marga DPU Kota Magelang CH Yonas Nusantrawan Bolla, perbaikan tersebut tak lepas dari masukan masyarakat dan anggota dewan yang merasa pelaksanaan proyek perbaikan jalan di Kota Magelang tidak maksimal. Adanya perbaikan tersebut, akan diperoleh hasil maksimal dan bermanfaat. Langkah tersebut sekaligus mengurangi angka kecelakaan bagi pengendara bermotor.”Intinya, dengan perbaikan ini masyarakat bisa merasa nyaman,” papar Yonas.Berdasar pantauan lapangan, perbaikan saat ini lebih terfokus membongkar aspal terlebih dahulu. Kemudian, melihat struktur akar yang menonjol ke jalan raya. Keputusan memotong atau mengepras akar tergantung kondisi lapangan.”Posisi akar pohon larinya lebih banyak ke jalan dari pada ke trotoar. Artinya, kekuatan pohon cenderung ada di jalan. Sehingga kami harus berhati-hati kalau mengepras atau memotong akar agar tidak mati atau tumbang,” jelas Pelaksana PT AHG, Bambang.Hingga kemarin (21/1) sore, pelaksana sudah membongkar aspal hotmix mengunakan jack hammer. Hingga pukul 16.00, pembongkaran aspal sekitar pohon mencapai tiga buah.”Soal mau dipotong atau dikepras akarnya, kami tergantung permintaan DPU. Yang jelas, aspal di sekitar pohon, sudah dibongkar dulu, hingga akarnya terlihat,” ungkap Bambang.Budi Susilo mengaku berhati-hati dalam penanganan masalah ini. Terutama mengepras atau memotong akar pohon yang menjorok ke jalan.”Mungkin tidak bisa dikepras atau dipotong sejajar dengan kanstin. Tetapi agak lebih. Takutnya, kalau dikepras sesuai kanstin, pohon malah mati atau tumbang,” ungkapnya.Ia mengaku, pihaknya akan melakukan hal yang terbaik mengatasi masalah tersebut.”Kami ingin pohon tidak mati atau tumbang, namun pengendara tetap nyaman. Mungkin, kalau akar besar yang terlanjur menjorok akan dibiarkan. Untuk akar yang ada di bawah aspal, akan dikepras sedikit, toh ini jenisnya akar serabut,” imbuhnya.Sebelumnya, beberapa pihak merasa perbaikan jalan tak maksimal dengan adanya jalan yang mirip superbowl. Adanya gundukan akar juga membuat pengendara akan terguncang saat melewati, mengingat jumlah gundukan cukup banyak. Terutama di Bayeman.Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Joko Mei Budi Utomo mengaku pernah mengingatkan DPU agar memperbaiki jalan dengan memperhatikan akar pohon besar yang menonjol. Ia menyarankan, agar beberapa akar pohon yang mencuat di Jalan Gatot Subroto dipotong terlebih dahulu sebelum pelapisan asal hotmix baru. Sehingga tidak terasa sebagai gundukan atau tonjolan.(dem/hes)