PURWOREJO – Kriminalitas di wilayah hukum Polsek Purworejo tergolong tinggi. Bahkan, tertinggi dibanding kecamatan lain.Semua itu tak lepas dari sebagian wilayah Kecamatan Purworejo yang berada di lingkungan perkotaan. “Angka kriminalitas di Kecamatan Purworejo paling tinggi. Ini berdasar data laporan kejadian dan kasus yang ditangani Polres Purworejo selama 2013,” ungkap Kapolsek Purworejo AKP H Mangarif SH MH di sela pencanangan bebas penyakit masyarakat (pekat) untuk Kecamatan Purworejo, kemarin (21/1).Pencanangan Kecamatan Purworejo bebas pekat dihadiri seluruh pegawai dinas dan instansi di lingkungan Kecamatan Purworejo, guru, pelajar, kepala desa dan perangkat, penyelenggara pemilu (Panwascam, PPK, PPL, dan PPS, Red), serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan pelajar.Mangarif menjelaskan, penyakit masyarakat terdiri dari praktik perjudian, narkoba, minuman keras, dan prostitusi. Semuanya merupakan problem serius di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat. Memberantasnya, lanjut Mangarif, tak mungkin mengandalkan personil kepolisian dengan jumlah yang cukup terbatas. “Peran masyarakat dalam memberantas potensi pekat dibutuhkan, khususnya di lingkungan masing-masing. Pencanangan ini semoga masyarakat tergugah dan berpartisipasi memberantas pekat,” katanya.Ia berharap, usai pencanangan masyarakat bisa proaktif memberikan masukan dan informasi pada kepolisian. “Kalau ada pekat segera lapor ke petugas. Jangan main hakim atau mengambil tindakan sendiri,” imbuhnya.Camat Purworejo Edy Novianto menambahkan, pencanangan bebas pekat merupakan inovasi jajaran Muspika dengan tujuan mendorong kesadaran masyarakat tentang bahaya pekat. “Setelah pencanangan ini, saya berharap sosialisasi diteruskan ke bawah melalui berbagai forum. Dengan begitu, masyarakat secara aktif mengantisipasi pekat di lingkungan masing-masing,” tambahnya.Tokoh agama, Gus Adi Al Hamro dari Desa Pacekelan menyambut baik pencanangan tersebut. Menurutnya, pencanangan itu sebagai langkah prefentif yang baik. Ia berharap, tak sekedar seremonial belaka, namun menjadi gong pembuka bahwa masyarakat di Kecamatan Purworejo siap berperang melawan pekat. “Harapannya, pencanangan ini juga menginspirasi kecamatan lainnya,” harapnya.(tom/hes)