SLEMAN – Pelajar DIJ mendapatkan kesempatan menimba ilmu dari mahasiswa asing. Sebanyak lima mahasiswa dari Program Master dari Faculty of Technical and Vocational Education, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) akan praktik mengajar di SMKN 1 dan 2 Depok, Sleman. “Mahasiswa UTHM akan praktik mengajar selama satu bulan di dua sekolah tersebut,” terang Dekan Fakultas Teknik UNY, Bruri Triyono di kampus setempat (21/1).Dalam program mengajar tersebut, mahasiswa UTHM berkesempatan mengajar selama 12 jam per minggu. Sebelum melaksanakan praktik mengajar, pihaknya terlebih dahulu membekali para mahasiswa dengan berbagai keterampilan seperti tatabusana, pengolahan makanan serta rias dan kecantikan yang khas dengan Indonesia.Menurut Bruri, kesempatan mahasiswa asing mengajar di DIJ ini bisa menjadi forum tukar pikiran antar-mahasiswa. Apalagi selama ini Malaysia menjadi salah satu negara Asia yang memiliki sistem pendidikan yang unggul. “Mahasiswa kami dan mahasiswa UTHM bisa saling tukar pikiran dan pengalaman terutama tentang bidang teknologi serta perkembangan pendidikan vokasi di Indonesia maupun Malaysia,” jelasnya.Sementara itu, deputy dean (wakil dekan) urusan kemahasiswaan dan alumni dari UTHM, Prof Mohammad Hisyam Bin Mohd Hasim menjelaskan program ini membuat mahasiswa dapat merasakan suasana pembelajaran yang berbeda. Untuk dapat menjadi pendidik berstandar internasional, mahasiswa harus terlebih dahulu menimba pengalaman mengajar di luar negaranya,”Pengalaman mengajar di luar negeri merupakan sesuatu yang berharga bagi para mahasiswa sebagai bekal kelak menjadi pendidik yang berwawasan internasional,” jelasnya.Sementara itu sebagai tindak lanjut kegiatan mobiliti antarbangsa, kata Hasim, pada bulan Juli 2014 FT UNY akan mengirimkan mahasiswa S-1 untuk Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ke Malaysia.Hasim menejelaskan, kegiatan dengan tema International Mobility Program Teaching Practice kerjasama FT UNY dengan UTHM. “Program ini adalah tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan beberapa waktu lalu,” kata Hasim. (bhn/iwa)