MAGELANG – Wali kota setiap minggu selalu mendatangi sekolah di Kota Magelang. Minggu ini, giliran SDN 2 Gelangan Kota Magelang yang ditinjau Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito beserta rombongan, kemarin (21/1).Kedatangan orang nomor satu di Kota Maetglang untuk melihat dari dekat proses belajar-mengajar. Kedatangan wali kota didampingi Wakil Wali Kota (Wawali) Joko Prasetyo. Tidak segan-segan, wali kota dan wawali masuk ruang kelas dan berinteraksi dengan para murid.Saat masuk sebuah kelas, wali kota sempat bertanya pada siswa soal cita-citanya. Beragam jawaban dari mereka. Ada yang ingin menjadi guru, insinyur, dokter. Juga ada yang menjawab ingin menjadi seorang pembalap.”Gapailah cita-citamu setinggi langit, asalkan harus semangat belajar yang baik,” kata Sigit memberi wejangan.Begitu pula saat jadi pembina upacara, wali kota meminta seluruh siswa mengedepankan disiplin dalam segala hal, khususnya saat belajar. Ia mengingatkan, agar saat jam belajar masyarakat dipatuhi. Yaitu, mulai pukul 18.00-21.00.”Jika ingin berhasil, harus dimulai dengan kebiasaan disiplin. Bangun pagi, bantu orang tua, berdoa, serta tidak lupa semangat belajarnya agar bisa menggapai cita-cita,” pintanya.Sementara itu Catoer, guru SDN 2 Gelangan Kota Magelang menerangkan, sekolah ini memiliki murid sebanyak 80 anak. Jumlah itu relatif sedikit untuk ukuran sekolah dasar. Bahkan dari jumlah tersebut ada beberapa siswa yang kerap membolos sekolah, karena alasan tertentu.”Yang sekolah di sini, kebanyakan berdomisili di sekitar sekolah. Ada yang sehari masuk sehari tidak. Alasannya, orang tuanya tak bisa memberikan uang saku setiap hari. Faktor kemampuan orang tua siswa kan berbeda-beda,” katanya.Pihak sekolah berupaya mendatangi rumah siswa yang sering tak masuk sekolah. Mereka memberikan pengertian pada orangtua siswa soal pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya.”Kami sering mengunjungi rumah mereka. Terutama yang sering tidak masuk sekolah kerana alasan kemampuan ekonomi. Di situ, kami gali informasi, mengapa putra-putrinya kurang rajin masuk sekolah,” ungkapnya.(dem/hes)