JOGJA – Titik Nol Kilometer sebagai salah satu kawasan yang terhubung dengan kawasan Malioboro bakal mengalami perubahan. Kemarin (21/1) dinihari saat kawasan tersebut mulai sepi aktivitas warga, petugas Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro melakukan pemindahan patung kaki raksasa.Kepala UPT Malioboro Syarif Teguh menjelaskan, sesuai grand design penataan Malioboro diputuskan Titik Nol Kilometer akan dibuat lebih longgar. Ini agar pejalan kaki bisa lebih leluasa menghabiskan waktu di sana. “Rencananya patung itu dikembalikan ke seniman yang memiliki. Biar diperbaiki terlebih dahulu. Kalau nanti sudah diperbaiki bisa dipasang di tempat lain,” tutur Syarif di sela pemindahan patung kaki raksasa kemarin (21/1).Pemasangan instalasi seni tidak akan dilakukan di sekitar Titik Nol Kilometer. UPT Malioboro menawarkan alternatif untuk memajang karya seni di Jalan Malioboro, kompleks Taman Parkir Abu Bakar Ali, atau di sekitar air mancur Jembatan Kleringan.Sebab, kata dia, kawasan Titik Nol Kilometer rencananya dikembangkan hanya untuk pejalan kaki. Nantinya di lokasi itu tidak akan ada banyak instalasi seni maupun infrastruktur.Langkah ini demi menciptakan keleluasaan pejalan kaki yang setiap musim liburan membeludak. Terlebih, di tempat ini setiap musim liburan banyak pedagang asongan yang membuka lapak atau berhenti untuk berjualan.Akibatnya, kondisi Titik Nol Kilometer semerawut saat musim liburan. Kawasan itu penuh pengunjung. “Agar mereka merasakan kenyamanan, beberapa infrastruktur yang tak berguna akan dipindah di tempat lain,” imbuhnya.Syarif menambahkan, revitalisasi Titik Nol Kilometer akan mulai awal tahun ini. Hal tersebut sesuai program kegiatan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral DIJ. “Jadi untuk penataan Malioboro ini melibatkan provinsi. Anggarannya dari sana,” imbuh Syarif.Sebelumnya, Wali Kota Haryadi Suyuti (HS) sempat memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan di sekitar Titik Nol Kilometer. Dia meminta UPT Malioboro membentuk satuan tugas (Satgas) Khusus yang menjaga kebersihan pusat kota tersebut. “Kebersihan harus terjaga. Jadi, perlu bentuk satgas khusus yang membersihkan Titik Nol Kilometer,” kata HS.Selain itu, HS juga menyoroti pedagang asongan yang membuka lapak. Itu menganggu kenyamanan wisatawan.Menurutnya, perlu langkah khusus agar Titik Nol Kilometer nyaman bagi pejalan kaki musim liburan. “Ini juga penting. Malioboro terus berbenah agar wisatawan merasakan kenyamanan. Bahkan, mereka tertarik lagi untuk berkunjung,” katanya.Penataan Malioboro terus berlanjut. Setiap tahun APBD DIJ maupun APBD Kota Jogja selalu menganggarkan penataan ikon wisata tersebut. Penataan terakhir adalah pengembalian nama Jalan Ahmad Yani menjadi Jalan Margomulyo. Langkah ini sekaligus sebagai bagian dari Keistimewaan Jogjakarta. (eri/amd)