Jakarta Banjir, Penumpang AKAP di Wonosari Terlantar
Air bah yang menggenai Jakarta dan sekitarnya berdampak negatif bagi kota-kota penyangganya. Transportasi pun terganggu dengan putusnya jalur di pantai utara Jawa (pantura). Penumpang pun terlantar.
GUNAWAN, Wonosari
BANJIR yang mengepung Jakarta berimbas kepada penumpang di Gunungkidul. Agen bus di Terminal Tipe A Wonosari terpaksa melakukan pembatalan tiket sehingga mengakibatkan para penumpang terlantar. Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat juga mengkerut karena perusahaan oto bus hanya mampu mengoperasionalkan sebanyak lima bus dari kondisi normal sebanyak 15 bus.”Kami terlanjur menjual tiket tetapi terpaksa dibatalkan karena Jakarta dikepung banjir. Sudah menjadi risiko, kami diprotes penumpang,” kata salah seorang agen bus malam (busma), Sujono saat ditemui di terminal Wonosari kemarin (21/1).Dia menjelaskan, cukup berisiko jika nekat memberangkatkan penumpang. Risiko itu salah satunya waktu tempuh Gunungkidul-Jakarta atau sebaliknya pasti jauh lebih lama. Jika waktu normal ditempuh sekitar 12 jam, dengan adanya banjir bisa 30 jam. “Nanti para penumpang juga mengeluh jika kami oper ke bus lain,” katanya.Menurut Sujono, meski bencana terjadi di lain tempat, dampak ekonominya langsung dirasakan masyarakat luas. Tidak ada pilihan lain, yang bisa diulakukan saat ini hanyalah menunggu banjir reda. “Daripada hanya di rumah, lebih baik saya di terminal sekaligus refreshing,” kelakarnya.Dia mengungkapkan, khusus kemarin melakukan pembatalan tiket sebanyak tujuh penumpang. Dia juga tidak bisa memberikan kepastian kapan bisa memberangkatkan mereka karena faktor banjir. “Uang kami kembalikan, dan kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini,” sesalnya.Sementara itu Kepala UPT Terminal Tipe A Wonosari, Suprapto mengatakan, PAD Gunungkidul dari sektor jasa angkutan dipastikan berkurang. Pasalnya, jumlah armada keluar masuk terminal sekarang sepi. Padahal, itung-itungannya jelas, setiap satu bus memberi masukan daerah sebesar Rp 5 ribu.”Banjir membuat aktivitas busma terganggu. Pemberangkatan bus Wonosari menuju Jakarta berkurang,” kata Suprapto.Dikatakan, akibat banjir, bus yang berangkat dari Jakarta juga mengalami keterlambatan sampai di Wonosari. Dampak banjir baru terasa sejak tiga hari terakhir. Selain berimbas pada aktivitas busma, juga pada pendapatan asli daerah lewat retribusi. “Jika sebelumnya retribusi bisa masuk dari 30 bus setiap hari kini berkurang,” kata Suprapto. (*/iwa)