PURWOREJO – Wilayah Purworejo menjadi target sasaran aksi perampokan. Betapa tidak, selama periode 2013-2014, terjadi tujuh kali aksi perampokan.Hal tersebut memaksa anggota kepolisian bekerja ekstra keras mengungkap, menangkap, dan menekan aksi serupa dikemudian hari.Catatan Radar Jogja, dari tujuh aksi perampokan, diawali dari perampokan tiga toko emas di Pasar Grabag, perampok menggunakan senjata api saat melancarkan aksi.Aksi perampokan berikutnya menimpa korban Susilo, 58, pemilik penggilingan padi di Desa Dlangu RT 01/ RW 04 Kecamatan Butuh, Senin (29/4) pada 2013. Perampok yang beraksi menggunakan truk berhasil menyikat gabah dan beras seberat 5,2 ton. Dompet milik Susilo berisi uang tunai Rp 1 juta serta surat- surat penting juga disikat. Kerugian mencapai Rp 25 juta.Berikutnya, perampok bersenjata api kembali beraksi di Kutoarjo Kamis (20/6) juga pada 2013. Korbannya, Siti Zahro, pedagang gula Jawa warga Kliwonan RT 01/ RW 09, Kutoarjo. Kawanan rampok menyatroni rumah korban yang berada di sebelah barat SD Muhammadiyah Kutoarjo. Kerugian mencapai Rp 6.8 juta.Sepekan sebelumnya, tepatnya Minggu (9/6) tahun 2013, perampok bersenjata api juga berhasil menggondol uang tunai Rp 10 juta milik Budi Raharjo alias Pak Legi, 57, warga Semawung Daleman RT 02/ RW 01, Kecamatan Kutoarjo. Aksi perampokan tersebut di jalan Kutoarjo-Ketawang.Tepat seminggu berikutnya, Minggu (14/7) tahun 2013, perampok berpistol kembali beraksi. Mereka menjarah toko kelontong milik Musinah, 70, warga Kedungsri RT 03/ RW 03, Kecamatan Butuh. Perampok membawa barang dan uang tunai senilai Rp 7 juta.Empat hari berselang, Samini, 53, warga Desa Jogosetran, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten juga menjadi korban perampokan dengan ditodong senjata api. Samini yang bekerja sebagai pedagang dirampok tepat di pertigaan Jalan Tanjung Anom, kompleks Pasar Kutoarjo. Kerugian mencapai Rp 20 juta.Peristiwa yang ke-6, menimpa bos toko emas Mulyono, 44, warga Tunggalroso RT 01/ RW 03, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen pada hari Rabu (13/11) 2013. Perampokan terjadi di dekat rumahnya di kawasan Prembun. Diduga, Mulyono telah dikuntit sepulang berjualan emas di Pasar Grabag Purworejo.Terakhir, aksi koboi kawanan perampok yang menjarah Kantor Unit BRI Cabang Sruwuhrejo, Kecamatan Butuh, Purworejo. Kawanan rampok menggunakan senjata api dalam melancarkan beraksi. Mereka membawa kabur uang tunai Rp 293,3 juta.Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Yuli Monasoni menegaskan terus melakukan pendalaman terhadap kasus perampokan BRI Unit Sruwohrejo. Saat disinggung adanya keterkaitan dengan kasus sebelumnya, ia menyatakan belum bisa menarik kesimpulan. “Ada yang bilang, kasus terakhir menggunakan senjata sejenis pistol. Tapi kami tidak bisa mengatakan, itu sama dengan senjata yang digunakan dalam kasus sebelumnya,” tegas Soni via telepon genggam, kemarin (21/1).Soni memastikan, rentetan aksi perampokan yang terjadi di Purworejo, jumlah kerugian terbesar dialami BRI Unit Sruwohrejo. Total kerugian mencapai Rp 293,3 juta. “Hasil rampokan terbesar di BRI Unit Sruwuhrejo. Sampai detik ini, kami terus melakukan penyidikan dan pendalaman kasus. Kami berusaha keras mengungkatnya, tidak menutup kemungkinan juga mengkaji, apakah ada kaitannya dengan aksi perampokan sebelumnya atau tidak,” katanya.(tom/hes)