JOGJA-Meskipun periode kepengurusan di bawah pimpinan Eko Satriyo Pringgodani sudah selesai sejak akhir 2013 lalu, kelompok suporter tertua PSIM Jogja Brajamusti ternyata belum juga menggelar Musyawarah Kota (Muskot) untuk memilih presiden baru.Padahal, Brajamusti sempat menjadwalkan Muskot digelar Oktober 2013 lalu. Kepada Radar Jogja, Eko Pringgondani mengungkapkan alasan ditundanya penyelenggaraan Muskot. Kata dia, tertundanya Muskot tersebut sangat erat kaitannya dengan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.Menurut Eko, Pileg merupakan sebuah acara yang “sacral”. Untuk itu menurutnya tidak tepat mengadakan Muskot Brajamusti di saat masyarakat Jogja termasuk di dalamnya juga ada suporter tengah bersiap menjadi pemilih. “Untuk menghormatinya kami juga tak akan mengadakan Muskot dalam waktu dekat,” imbuhnya.Direncanakan, Muskot akan diadakan pada Mei mendatang. Waktu itu dianggap tepat. Terlebih lagi saat itu PSIM Jogja sudah berlaga di kompetisi Divisi Utama 2014.”Kan enak kami memiliki Presiden Baru ketika PSIM sudah berkompetisi. Lagipula aktivitas Brajamusti dalam mendukung PSIM tidak akan terganggu karena kepengurusan Brajamusti yang lama juga belum demisioner,” tandasnya.Di bagian lain PSIM Jogja tetap menggunakan PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) sebagai badan hukum. Sekretaris Tim PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa mengungkapkan, akta pendirian PT ini sudah ditandatangani notaris pada 8 Januari lalu.Terkait persiapan, kemungkinan besar PSIM baru menentukannya setelah kick off meeting di Surabaya 27 Januari. Nantinya dalam pertemuan tersebut PT Liga Indonesia (PT LI) akan menentukan waktu kick off Divisi Utama serta format yang digunakan. (nes/din)