DISELIDIKI: Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di ruang keuangan Kantor LIPI (22/1). DIBUANG: Petugas mengamati brankas yang dibongkar pelaku di samping pagar dekat TKP (22/1).
PLAYEN – Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengembangan Proses Teknologi Kimia (BPPTK) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Gading, Playen dibobol maling, kemarin. Pelaku membongkar tiga brankas sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).Peristiwa tersebut diketahui kemarin pagi saat salah seorang pegawai cleaning service Agus hendak mengepel lantai depan ruang keuangan. Dia menemukan pintu bagian keuangan terbuka padahal hanya tersenggol kain pel.”Setelah mengetahui ruangan dibobol maling, satpam melapor ke Polsek Playen untuk ditindaklanjuti,” kata Kepala UPT BPPTK LIPI Hardi Julendra.Petugas kepolisian datang dan melakukan olah TKP. Data sementara, kerugian akibat pencurian mencapai Rp 15.373.800. Uang yang dibawa kabur merupakan dana operasional kantor. “Kemarin (Selasa) transaksi terakhir jam 15.30,” terangnya.Sebenarnya, penjagaan di kantor LIPI sudah maksimal. Setiap pengunjung masuk selalu ditanya maksud dan tujuan oleh dua satpam. Hanya saja, malam itu saat kejadian kedua satpam tidak mengetahui kawanan maling tengah beraksi.Salah seorang warga mengungkapkan, malam harinya, tak jauh dari TKP ada acara pentas musik. Diduga pelaku beraksi di tengah situasi ramai sehingga luput dari pengawasan. “Kalaupun membongkar brankas di dekat TKP tidak ada yang tahu,” katanya.Kapolsek Playen, AKP Lutfi usai melakukan olah TKP menduga, para pelaku sudah paham denah lokasi kantor LIPI. Sebab pelaku langsung menuju ke ruangan penyimpanan uang. Kemudian kabur melalui selokan lalu membongkar tiga brankas di samping pagar tak jauh dari TKP. “Pelaku keluar lewat saluran air yang sebenarnya tidak banyak diketahui oleh orang. Kami menduga, pelaku sudah mengetahui lokasi,” kata Lutfi.Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Beberapa sidik jari yang diduga milik pelaku serta barang bukti berupa tiga buah brankas dijadikan barang bukti. “Mudah-mudahan ada petunjuk dari barang bukti yang kami temukan,” kata Lutfi. (gun/iwa)