BELUM KENAL: Para pelajar SMAN 9 Jogja mengikuti sosialisasi pemilu yang dilakukan dua orang Relasi KPU Kota Jogja di sekolah mereka, kemarin.
JOGJA – Meski ratusan calon legislatif (caleg) malang melintang di ruang publik, ternyata pemilih pemula masih banyak yang belum kenal terhadap tokoh-tokoh tersebut. Padahal, pelaksanaan pemilu legislatif yang sedianya dilaksanakan April 2014 hanya tinggal hitungan bulan.Hal tersebut terungkap saat sosialisasi pemilu oleh relawan demokrasi (Relasi) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja yang dilaksanakan di SMAN 9, Rabu (22/1). Siswa yang sebagian besar baru akan mengikuti pemilu ini, rata-rata tidak mengetahui cara pelaksanaan pemilu dan calon-calo wakil mereka yang akan duduk di legislatif kelak. “Jangankan mengetahui visi misi, siapa saja calon wakil rakyat dari DIJ saya tidak kenal,” kata murid setempat Satrio Pamungkas, 18, kepada Radar Jogja.Satrio mengatakan meski mendapatkan pendidikan politik mengenai pemilihan umum melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), secara teknis mengenai pemilu tidak pernah diajarkan. Apalagi sampai mengetahui siapa saja calon wakil rakyat yang akan mewakili daerahnya.Meski selama ini sudah ada sejumlah caleg yang melakukan kampanye melalui baliho dan spanduk di ruang publik, cara tersebut sama sekali tidak menarik minat Satrio untuk mengetahui lebih dalam tokoh-tokoh tersebut. Seharusnya para tokoh yang maju dalam bursa wakil rakyat tersebut banyak aktif menyumbangkan pemikirannya. “Jangan cuma nampang saja di baliho. Cara tersebut sama sekali tidak mendidik,” kritik siswa yang tinggal di daerah Mergangsan, Jogja ini.Sedangkan untuk cara pelaksanaan pemilu mendatang, Satrio masih bingung dan tidak memiliki gambaran pasti. “Bingung nanti kertas untuk mecoblosnya ada berapa. Sebab, belum ada sosialisasi mengenai teknik dan cara pencoblosan,” jelasnya.Pada pemilu mendatang, Satrio berkeyakinan akan menggunakan hak suaranya. Meski mengaku bingung terhadap calon legislatif yang akan dipilih, untuk partai politik dan calon presiden, dia mengaku sudah memiliki gambaran siapa yang akan dia pilih. “Kalau parpol sudah ada pilihan. Begitu juga capres, namun tidak tahu apakah tokoh itu nantinya nyapres atau tidak,” kata Satrio.Kebingungan juga dirasakan siswi kelas XII, Felita Fatin. Menurut dia, meski sudah mendapatkan sosialisasi, dia tidak mendapatkan gambaran mengenai siapa caleg yang akan maju dalam pemilu mendatang. “Masih belum mengenal dengan calon-calon yang akan maju. Karena sudah dijelaskan melalui website KPU terkait profil caleg, sisa waktu ini akan saya coba untuk pelajari,” jelasnya.Pada sosialisasi pemilih pemula kemarin, sebanyak dua orang relawan menjelaskan mengenai tata cara pelaksanaan pemilu. Hanya saja, puluhan pemilih pemula ini tidak diajarkan praktik melakukan pemilihan di dalam bilik.Relasi KPU Kota Jogja, Nurul Hafizah mengaku, sosialisasi yang dilakukan oleh relawan lebih pada mengajak siswa untuk tidak golput (golongan putih, orang yang tidak memanfaatkan hak pilihnya). Selain itu, siswa juga diajak cerdas memilh wakil-wakil mereka. “Untuk sosialisasi pelaksanakan teknis bukan kewenangan kami. Kami tidak ingin melangkahi kewengan divisi KPU yang lain,” ujarnya.Nurul mengatakan, sosialisasi kepada pemilih pemula akan dilakukan di 11 SMA negeri di Jogja serta mahasiswa yang baru kali pertama menggunakan hak suara mereka. Sosialisasi ditargetkan berakhir April 2014 atau menjelang pemilu. “Dengan sosialisasi ini harapannya partisipasi pemilih meningkat. Apalagi ada 40 persen pemilih pemula yang terdaftar,” kata Nurul. (bhn/iwa)