TIDAK JERA: Sebagian minuman keras yang disita polisi ditunjukkan kepada wartawan di Mapolres Jogja kemarin (22/1).
JOGJA – Rizki Bintang Edy tersangkut persoalan hukum. Pemuda 18 tahun yang berprofesi sebagai penyanyi hiphop itu dicokok jajaran Polsek Mergangsan, Jogja, saat sedang pentas di Purawisata. Itu terjadi Minggu malam (19/1).Kepala Polsek Mergangsan Kompol Sofingi menjelaskan, pelaku sudah diincar lama. Polisi memiliki data pelaku melakukan penganiayaan pada malam pergantian tahun baru lalu atau 1 Januari 2014. Ia diduga menganiaya Haris Munandar, warga Prawirotaman. “Penyebabnya juga sepele. Pelaku merasa terinjak kakinya lalu menganiaya korban,” kata Sofingi di Mapolresta Jogja kemarin (22/1).Penganiayaan itu tak hanya dilakukan Rizki. Ia melakukan tindakan tersebut bersama rekannya yang berinisial S. Kini S masuk daftar pencarian orang. “Setelah selesai pertunjukkan di halaman Purawisata, pelaku langsung menganiaya korban,” tuturnya.Saat ditanya oleh polisi, Rizki mengaku melakukan penganiayaan karena tak terima dengan injakan kaki korban. Pemuda yang wajahnya penuh tato ini lantas mengajak rekannya untuk membalas. “Sudah kalap saja,” imbuhnya.Terkait penangkapan pelaku dengan kejadian yang berselang lebih dua puluh hari, Sofingi menjelaskan, korban tidak mengetahui alamat pelaku. Korban hanya mengetahui pelaku sering naik panggung di Purawisata. “Langsung saya bersama Panit I Reskrim melakukan penangkapan,” tandasnya.Rizki kini mendekam di Rumah Tahanan Polsek Mergangsan. Ia dikenai pasal 170 KHUP. “Pelaku ini pernah dijerat Polres Sleman dan divonis lima bulan penjara karena melakukan tindak pencurian dengan pemberatan,” katanya.Selain berhasil mengungkap tindak penganiayaan, jajaran Polresta Jogja juga berhasil membongkar peredaran minuman keras (miras). Polisi mengamankan penjual miras berinisial AN alias S di Jlagran, Gedongtengen, Jogja. Polisi menyita barang bukti berupa 37 botol anggung merah, 11 botol anggur Orang Tua, 6 botol wiski, dan 11 botol vodka.Wakil Kepala Polresta Jogja AKBP Agustinus menyatakan, AN merupakan residivis. Ia tiga kali tertangkap menjual miras. Dua di antaranya ditangani Reserse Narkoba Polresta Jogja. “Mungkin karena pasal yang dikenai termasuk pidana ringan, jadi korban tidak jera,” tambahnya. (eri/amd)