JOGJA – Selesainya Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2013 menyisahkan pekerjaan rumah bagi Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Jogja. Mereka wajib memerbaiki arena penyelenggaraan sekaten di Alun-Alun Utara (Altar)Jogja. Sebab, arena sekaten yang juga halaman depan Keraton Jogja tersebut mengalami kerusakan.Perbaikan membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Kimpraswil akan berusaha mengembalikan kondisi alun-alun itu seperti semula. “Kami sudah menganggarkan Rp 70 juta untuk perbaikan dengan melibatkan pihak ketiga,” terang Kepala Kimpraswil Kota Jogja Toto Suroto kemarin (22/1).Salah satu fokus revitalisasi itu adalah membuat permukaan tanah kembali rata. Saat ini ada banyak titik genangan air saat turun hujan. Ini terjadi lantaran air tidak bisa terserap oleh tanah akibat lahan yang ditutup semen.Selain itu, ada banyak bagian trotoar yang rusak. Kerusakan dipicu aktivitas pembangunan lahan dan stan sekaten.Toto berharap waktu dua pekan cukup untuk perbaikan kawasan Altar. Awal Februari nanti perbaikan dipastikan selesai.Revitalisasi dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga karena butuh peralatan yang harus disewa. Kimpraswil tidak memiliki peralatan tersebut. Kimpraswil akan berusaha maksimal mengembalikan alun-alun seperti kondisi yang berupa tanah berpasir sehingga dapat digunakan kembali dmanfaatkan untuk parkir bus wisata.Toto menambahkan, revitalisasi tidak dilakukan dengan penanaman rumput. Hal ini sudah dikomunikasikan dengan keraton dan komunitas. Sebab, tanah di Altar berpasir sehingga tidak cocok ditanami rumput.Di sisi lain, hingga kemarin masih ada penyewa stan yang menunggak pembayaran sewa stan. Ketua Tim Pemanfaatan Lahan PMPS Tugiyarto mengatakan, jumlahnya sekitar lima persen dari total penyewa. Nilai rupiahnya sekitar 85 juta yang belum dibayarkan para penyewa ke panitia penyelenggara. “Penyewa hingga penyelenggaraan sekaten selesaih masih ada yang menunggak. Belum membayarkan sekitar Rp 85 juta ke kas daerah,” terang dia.Tunggakan tersebut berasal dari beberapa pedagang yang belum melunasi biaya sewa lahan untuk membuka kios dan stan selama 40 hari. Ada pula penyewa yang sudah membayar sewa selama 30 hari. Sedangkan sisa sewa selama 10 hari belum dilunasi.Seharusnya, kata dia, begitu sekaten berakhir penyewa sudah melunasi biaya sewa. Dia menargetkan akhir Januari semua sewa terbayar. “Sanksinya tegas. Mudah saja kita akan masukan mereka ke daftar hitam. Mereka tidak akan lagi diberi kesempatan di sekaten tahun depan,” ujarnya.Hingga kini pendapatan PMPS dari sewa lahan yang sudah dimasukkan ke kas Pemkot Jogja mencapai Rp 1,7 miliar. Sedangkan pemasukan dari sektor, komunitas pengelola sudah membayar sebesar Rp 40,2 juta ke panitia PMPS. (hrp/amd)