IMLEK: Pengelola Kebun Agro Wisata Kusumo Wandri, Heri Subagyo dan buah naga yang dia kelola, kemarin.
Permintaan Buah Pembawa Hoki Meningkat Menjelang Imlek
Dargon Fruit, atau buah naga dianggap pembawa hoki. Buah tersebut menjelang imlek biasanya menghiasi altar pemujaan dewa. Bagi masyarakat Tionghoa, buah ini dipercaya membawa hoki atau keberuntungan. Wajar jika menjelang imlek permintaan pun melonjak.
ALI MUFID, Wates
MENJELANG perayaan Imlek 2014, permintaan buah naga diprediksi melonjak signifikan. Hal itu juga yang dirasakan pengelola Kebun Agro Wisata Kusumo Wandri, Heri Subagyo. Tinggal hitungan hari perayaan terpenting orang Tionghoa itu, permintaan buah naga meningkat. Bahkan, setiap harinya mampu menjual sampai 1 ton lebih.”Untuk hari biasa, paling hanya terjual sekitar 300 sampai 500 kilogram. Saat ini permintaan buah naga bisa dikatakan sudah naik drastis,” kata Heri (22/1).Selain menjelang Imlek yang jatuh pada Jumat (31/1), permintaan juga disebabkan karena pengelolaan produksi di kebunnya cukup bagus. Apalagi dengan melihat stok panen bisa mencapai 3 ton, tentu tersedianya buah naga sudah tidak diragukan lagi. Biasanya permintaan buah naga banyak dikirim ke luar daerah.Kemudian untuk pengelolaan buah naga di kebunnya juga menggunakan sistem organik. Ia sedikitpun tidak menggunakan pupuk atau obat kimia dalam proses porduksinya. Sehingga wajar jika kualitas buah naga menjadi daya tarik tersendiri bagi pemesan. “Proses pengelolaan buah naga semuanya dilakukan secara alami, dan telah mendapatkan sertifikat. Tidak ada campuran bahan kimia,” kata Heri.Dengan metode pengelolaan buah naga secara alami, tentu mempengaruhi jumlah permintaan. Praktis pengelolaan itu juga menghasilkan harga yang berbeda dengan pasaran. Untuk harga buah naga merah, biasanya dijual dengan harga antara Rp 10 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogramnya. Sementara untuk buah naga putih, biasa dijual dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogramnya. Tergantung juga dari ukuran besar kecil buah naga.Terang saja, pengelolaan dengan mengutamakan sistem organik ini, ia bisa menjual buah naga ke beberapa daerah di luar DIJ. Seperti ke Magelang, Bandung, dan Jakarta.Seorang pembeli asal Cengkareng, Jakarta, Suprapto mengaku untuk penjualan buah naga memang tidak hanya di Kebun Agro Wisata Kusumo Wandri. Namun dari beberapa tempat yang pernah ia kunjungi, kualitas buah naga lebih memikat di tempat itu, karena rasanya lebih manis. Hal itu yang membuatnya betah untuk membeli buah naga di tempat tersebut. (*/iwa)