JOGJA – Sejak mulai dipasarkan tahun lalu, hingga saat ini kondotel Best Western Majestic Adisucipto Jogja hanya tersisa 23 unit saja. Best Western Majestic Adisucipto Jogja sendiri mulai dibangun pada Februari 2014 nanti. Targetnya pada pertengahan 2015 sudah bisa beroperasi.Owner Majestic Land Wisnu Tri Nugroho mengungkapkan dari 80 persen kamar kondotel yang sudah terjual, mayoritas dibeli oleh orang dari luar DIJ seperti Jakarta, Bandung atau Surabaya. Menurutnya untuk pembangunan tahap satu sudah sold out. “Tinggal pembangunan pada tahap dua ini yang tinggal 23 unit saja,” ujarnya disela penandatanganan kesepakatan antara Majestic Land dengan Best Western International Area Development Indonesia di Royal Ambarrukmo Jogja baru-baru ini (21/1).Wisnu menjelaskan Best Western Majestic Adisucipto Jogja dengan luas 1.510 meter persegi ini terdiri dari 128 kamar yang dibangun dalam empat lantai. Menurutnya sejak mulai ditawarkan tahun lalu, nilai investasinya sudah naik 60 persen. Majestic Land yang merupakan anak perusahaan PT Graha Anggoro Jaya ini juga menawarkan cara pembayaran yang fleksibel. “Dengan segala fasilitas ini keuntungan nantinya juga akan dirasakan para investor,” jelas Wisnu.Menurut President Director Best Westren International Area Development Indonesia Iwanto Hartojo Best Western Majestic Adisucipto Jogja ini akan menjadi properti yang ke-35 Best Western International di Indonesia. Sedangkan di DIJ merupakan yang pertama.Di Indonesia, saat ini Best Western International mengoperasikan 12 hotel. “Ditargetkan pada 2015 bisa menjadi 31 hotel dengan total kamar mencapai enam ribu. Sehingga menjadi Best Western yang terbesar di Asia,” tuturnya.Iwanto menuturkan Best Western Majestic Adisucipto Jogja nantinya akan berkonsep condotel service dan merupakan hotel bintang tiga plus. Menurutnya meski di DIJ perkembangan hotel sangat pesat, pihaknya yakin mampu bersaing. Hal itu juga karena memiliki keuanggulan dalam teknologi. Pihaknya memiliki kelebihan pemasaran online dengan lebih dari 200 travel agen online di dunia. “Ini sekaligus membantu untuk mempromosikan Jogja ke dunia internasional,” terangnya. (pra/ila)