MUNGKID– Emosi warga Dusun Tegalwangi, Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur memuncak. Ini menyusul adanya tower TBG (Tower Bersama Grup) yang dinilai tidak menguntungkan warga setempat.Kemarin (22/1), sekitar pukul pukul 10.00, sebanyak 50 orang menyegel keberadaan tower, hingga tuntutan mereka dipenuhi. Sembari berorasi, mereka menuntut TBG membayar sejumlah kompensasi bagi warga setempat. Di antara mereka ada yang membawa sejumlah poster yang dipasang di pintu masuk tower. Beberapa poster yang dibawa bertuliskan “Warga Nuntut Kompensasi Kas Dusun. Kami Butuh Bukti Bukan Janji”, “Tower Ini Disegel Warga,” dan lainnya. “Sejak tower berdiri delapan tahun lalu, kami hanya diberi kompensasi Rp 50 ribu per bulan selama dua tahun. Setelah itu sampai sekarang, kompensasi tidak ada,” teriak Koordinator aksi, Arifin.Menurut Arifin, PT TBG tidak pernah memberikan kontribusi apapun kepada dusun. Padahal, saat pendirian tower pertama kali, perusahaan tersebut berjanji memberikan bantuan setiap ada kegiatan dusun. Tower pertama kali didirikan PT Indosat. Beberapa tahun kemudian menjadi milik PT TBG. Untuk itu, pria yang juga menjabat kepala Dusun Tegalwangi itu meminta pengelola tower memberikan dana kompensasi. Di antaranya, terkait kompensasi ke pihak RT, RW, dan Dusun Tegalwangi. Nilainya sebesar Rp 28 juta.Selain itu, dirinya bersama warga juga menuntut kas dusun per bulan sebesar Rp 300 ribu. Serta, meminta bantuan dana setiap ada kegiatan di dusun.Selain menuntut kompensasi, warga meminta perusahaan memperbaiki perangkat yang ada dan tidak lagi menambah perangkat apapun di atas tower. Hal tersebut atas pertimbangan keamanan dan keselamatan warga di sekitar.”Karena sering terjadi sambaran petir di sekitar tower,” katanya beralasan.Perwakilan dari PT TBG Parno mengaku, sebetulnya tak ada regulasi yang menyebutkan harus ada kompensasi pada warga di sekitar tower. Pemberian kompensasi hanya wujud kepedulian pada masyarakat. Sementara bagi korban akibat adanya tower maupun akibat petir sudah diasuransikan. Mereka yang tersambar petir, diminta didata dan akan dibantu. “Harapan kami, tower ini menjadi aset bersama demi memajukan desa,” katanya.Soal kompensasi, PT TBG belum mau menerima. Kemudian, warga menurunkan nilai kompensasi dari tuntutan sebesar Rp 28 juta menjadi Rp 15 juta. Namun pihak TBG hanya maksimal akan memberikan kompensasi sebesar Rp 10 juta. Untuk itu, TBG masih diberikan waktu hingga Senin mendatang untuk memberikan keputusan. Adapun kompensasi kas RT disepakati sebesar Rp 150 ribu.(ady/hes)