MAGELANG – Setelah sekian lama diam, akhirnya Gunadi Wirawan angkat bicara. Pria yang didapuk Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Pemkot Magelang menegaskan, dirinya tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan Wali Kota Sigit Widyonindito.Soal kekerabatan, Gunadi mengakui memiliki hubungan kekerabatan dekat, justru dengan salah seorang pejabat eselon I di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI yang juga seorang komisaris PT PLN dan staf ahli keuangan RI.Soal kepindahan dirinya ke Pemkot Magelang, lagi-lagi menegaskan semua berdasar kemampuannya.”Saya tegasnya, tidak mempunyai hubungan kekerabatan dengan Pak Wali. Kalaupun ada kerabat yang jadi pejabat ya adik saya Andin (Andin Hadiyanto, Red) yang saat ini pejabat eselon I di Kememkeu RI. Soal kepindahan ke Pemkot Magelang, semuat karena kemampuan saya,” ungkap Gunadi, kemarin (23/1).Gunadi mengisahkan, pada era Wali Kota Magelang Fahriyanto dan Sekda Senen Budi Prasetyo, dirinya pernah mengajukan kepindahan ke Pemkot Magelang dua kali. Saat itu, pengajuan dirinya selalu ditolak.Baru pada era Wali Kota Sigit Widyonindito, kepindahan dirinya berjalan mulus.”Dari penolakan tersebut, saya kembali ajukan permohonan untuk pindah. Akhirnya, bisa terlaksana pada saat wali kotanya Pak Sigit,” jelas Gunadi.Gunadi yang kini tinggal di Perum Pondok Asri II Secang Kabupaten Magelang mengaku memiliki keinginan mengabdi ke Kota Magelang, karena dirinya pernah tinggal dan besar di kota tersebut. Gunadi pernah tinggal di Kampung Kliwonan (Kelurahan Rejowinangun Selatan), Kelurahan Potrobangsan, dan Kelurahan Tidar.”Saat di Pemkab Temanggung, saya pernah mendesain pembangunan Pasar Kliwon Temanggung yang mampu menguntungkan semua pihak. Terutama urusan pengelolaan HPL (Hak Pengunaan Lahan) di atas HGB (Hak Guna Bangunan). Hasilnya, saat itu bagus,” kata Gunadi memaparkan karyanya.Ditambahakan Gunadi, memang Pasar Kliwon tersebut ada masalah. Semua itu dikarenakan tidak dilaksanakan secara benar.”Kemudian, konsep ini saya tawarkan ke Pemkot Magelang. Saya ngirim surat ke Pak Wali Kota Magelang. Ga taunya dibales dan dipanggil ke kantor,” paparnya.Kemudian, dirinya masuk Pemkot Magelang pada Januari 2011 dan menjadi staf selama 1,5 tahun di Inspektorat. Setelah diangkat menjadi pejabat eselon IV sebagai Kasubag Evaluasi dan Pelaporan, pada Agustus 2013, dirinya diangkat menjadi Sekretaris Inspektorat sebagai pejabat Eselon III. Selanjutnya, pada Januari 2014 ditambahi jabatan sebagai Plt Inspektur.Bapak dua anak ini menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sejak 1991 dengan menjadi pegawai di lingkungan Departemen Perdagangan. Tahun 1994, Gunadi pindah ke Pemkab Blora dan setahun kemudian, pindah ke Pemkab Temanggung. Tahun 2009, dirinya sudah mengikuti PCAP untuk jabatan eselon III.”Saya diminta sama Sekda (Temanggung, Bambang Arohman, Red) agar tidak pindah. Tetapi saya ingin mengabdi ke tanah kelahiran,” katanya.Selain itu, ada alasan keluarga yang membuat dirinya pindah ke Pemkot Magelang.”Saya punya anak masih kecil. Sekarang baru kelas III. Lha kepingin saya, sambil berangkat kerja ke Magelang, anak itu bareng saya. Karena bersekolah di SDN Kedungsari 5,” katanya.Seperti diketahui, dua posisi pejabat eselon II yang per 1 Januari mengalami kekosongan pascapensiun pejabat yang menduduki pimpinan. Yakni, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Slamet Suryatin dan Inspektur Inspektorat, Lukman Zakarian yang purnatugas pada awal 2014. Dalam pengisian dua jabatan tersebut, pola yang dipilih berbeda. Yakni menempatkan “pejabat impor” dan bukan pejabat senior.(dem/hes)