Melintasi Jembatan Crossway Hargomulyo Gedangsari
Jembatan crossway atau pembangunan jalan lintas penyeberangan satu daerah dengan daerah lain kerap tidak efekif. Jika tidak hafal tanda-tanda alam, pengguna jalan bisa repot dan tersapu banjir bandang saat hujan datang.
GUNAWAN, Gedangsari
HUJAN deras tumpah di Desa Hargomulyo, Gedangsari. Warga mulai was-was, karena itu pertanda jembatan crossway dari dan menuju Pedukuhan Jetis-Ngasinan akan bermasalah. Pengalaman sebelumnya, banjir bandang menenggelamkan jalan penghubung dua wilayah tersebut.Aktifitas warga bakal terganggu. Kalaupun nekat bukannya selamat bisa-bisa malah bisa ikut disapu arus. Sebab, aliran dan panjang sungai itu cukup deras dan lebar. Yang paling aman adalah menunggu sampai air surut.”Daripada melawan bahaya lebih baik menunggu sampai surut. Konsekuensinya kalau banjir terjadi sore hari, saya baru bisa pulang malam hari,” kata Kepala unit Pelaksana Teknis (UPT) TK/SD Gedangsari, Heri Kuswanto (21/1).Diakui, situasi seperti ini memang merepotkan dan membahayakan. Repot karena sulit mengatur waktu berangkat-pulang kerja dan bahaya jika nekat menyeberang. Kondisi seperti itu jelas tidak dialaminya seorang diri. Sebab, akses jembatan crossway tersebut padat lalu lintas, utamanya para pelajar dan warga setempat. “Yang penting berhati-hati,” pesan Heri.Kades Hargomulyo Suparjo mengatakan warga dua pedukuhan yang repot jika banjir bandang datang adalah Pedukuhan Jetis dan Ngasinan. Mereka sebenarnya tidak terisolir, namun harus mencari jalur alternatif. Jarak tempuh menggunakan kendaraan memakan waktu sekitar 10 menit. “Jembatan crossway ini dibangun sekitar 17 tahun lalu. Memang bukan berfungsi sebagaimana jembatan penyeberangan pada umumnya tapi hanya crossway,” terangnya. Untuk itu pihaknya berharap bagi warga setempat atau pengguna jalan untuk berhati-hati jika melintas. Terutama pada saat musim penghujan seperti sekarang. Lebih baik antisipasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Sementara itu Sekretaris Kecamatan Gedangsari, Yuda Haryanto mengakui jembatan crossway memang berbahaya. Namun pihaknya belum bisa mengambil langkah-langkah cepat untuk mengubahnya menjadi jembatan.”Dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) nanti kami akan diskusikan bersama warga terkait keberadaan jembatan crossway ini,” kata Yuda. (*/iwa)