PURWOREJO – Hujan berintesitas tinggi membuat tebing jalan yang menghubungkan Desa Soko dan Desa Semagung, Kecamatan Bagelen, Purworejo, longsor. Jalan tersebut merupakan jalan alternatif penghubung Purworejo-Kulonprogo (Jogjakarta) melalui Desa Durenombo, Kecamatan Bagelen.da di bawahnya. Jika tak segera ditangani, dikhawatirkan kondisi itu akan memutus jalan kabupaten tersebut.Sejauh ini, keberadaan jalan itu merupakan akses utama masyarakat empat desa di Kecamatan Bagelen. Hampir semua hasil bumi dan hutan diangkut melalui jalan tersebut.Ke-4 desa yang akan terdampak jika jalan tersebut putus. Yaitu, Desa Semagung, Semono, Durensari, dan Durenombo.Pantauan di lapangan, untuk mengamankan pengguna jalan, warga setempat memasang pagar darurat dari batang bambu. Titik longsoran cukup berbahaya. Terlebih ketinggian jalan dengan dasar tebing mencapai 10 meter lebih. Tepat di sisi timurnya, ada sebuah tiang listrik yang sudah miring nyaris roboh ke sungai. “Longsor jalan ini bersamaan dengan banjir besar yang melanda Purworejo, beberapa waktu silam. Longsor kebetulan di tikungan jalan, sehingga tidak jelas terlihat oleh pengguna jalan. Kalau tidak diberi tanda atau pagar, salah-salah kendaraan bisa terjun ke sungai,” ungkap kata Suryadi, 42, warga Piji RT 03/ RW 02, Kecamatan Bagelen, kemarin (23/1).Suryadi berharap, pemkab segera melakukan penanganan guna menyelamatkan jalan agar titik longsor tidak semakin parah. “Menurut saya, ini butuh penanganan cepat. Terlebih hujan dan banjir masih sering terjadi. Longsor juga berada tepat di tikungan sungai, sehingga arus mudah membuat erosi,” imbuhnya.Anggota DPRD Purworejo Hartoso Robertus mengungkapkan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) harus mengambil langkah cepat sebelum kondisi lebih parah. Untuk memperbaiki jelas tidak mungkin dilakukan warga sekitar lokasi longsor. Lantaran biayanya tentu besar. “Harus pihak berwenang yang turun tangan. Coba nanti saya komunikasikan dengan DPU Puworejo,” janji anggota dewan yang asli Kecamatan Bagelen ini.(tom/hes)