JOGJA – Pada awal 2014 ini penjualan motor bekas belum menunjukkan peningkatan. Saat ini situasinya masih cenderung sepi, sama seperti beberapa bulan sebelumnya. Diperkirakan penjualan motor bekas akan kembali mengalami peningkatan pada pertengahan tahun ini, berbarengan dengan musim panen dan tahun ajaran baru.Menurut Manajer Area Jogja Utara DilerMotorBekasOke (Mokase) Jogjakarta Abu Hasan siklus pada awal tahun memang masih cenderung sepi. Abu menuturkan rata-rata pada kondisi normal, setiap bulannya mampu menjual hingga 200 unit motor bekas. Tapi saat ini saja baru beberapa unit yang terjual. “Siklusnya memang seperti ini, masih santai,” jelasnya kemarin (23/1).Abu menjelaskan kondisi awal tahun ini sama seperti kondisi akhir tahun lalu. Tidak banyak transaksi untuk motor bekas. Tetapi, dirinya memperkirakan kondisi ini berubah jelang penerimaan mahasiswa baru, juga masa setelah panen tembakau di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Dirinya mencontohkan, saat menjelang tahun ajaran baru, bahkan banyak pembeli yang berasal dari luar daerah yang membeli motor bekas secara cash. “Puncaknya saat jelang lebaran nanti,” ungkapnya.Menurutnya dalam kondisi biasa mayoritas pembeli memilih untuk melakukan pembayaran secara kredit. Sedangkan bagi para pembeli dari luar, justru banyak yang memilih untuk melakukan pembayaran secara tunai. Karena itu, saat banyak mahasiswa baru yang datang, perbandingannya bisa berimbang. Untuk motor bekas, diakuinya, memang segmennya lebih ke menegah kebawah.Saat ini motor tipe matic menjadi yang paling dicari masyarakat. Tipe motor matic yang paling disuka adalah Honda Beat dan Vario. Hal itu, terang Abu, karena untuk motor barunya juga susah dicari. Selain motor matic, banyak pula masyarakat yang mencari motor tipe bebek meski tak terlalu banyak. (pra/ila)