JOGJA – Ketua Umum Persiba HM Idham Samawi masih bisa menghidup udara bebas. Usai diperiksa kali pertama sebagai tersangka, tim penyidik hibah Persiba Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ yang diketuai Pindo Kartikani SH tidak melakukan penahanan terhadap mantan bupati Bantul dua periode tersebut.
Idham dinilai kooperatif selama pemeriksaan yang dimulai pukul 09.30 hingga 15.10. “Masalah penahanan itu kewenangan tim penyidik. Tadi, yang bersangkutan menjawab semua materi pertanyaan yang diajukan penyidik,” kata Kasi Penkum Kejati DIJ Purwanta Sudarmadji SH kemarin (23/1).
Menurut Purwanta, ada Sembilan pertanyaan yang diajukan tim penyidik kepada Idham. Di antaranya, seputar riwayat hidup, tupoksi ketua KONI, Persiba, hingga mekanisme pencairan dana hibah. Dalam pemeriksaan, ketua DPP PDI Perjuangan bidang kaderisasi dan rekrutmen itu juga dicecar seputar kuitansi yang ada ditangan penyidik.
“Ada banyak bukti surat yang dikonfirmasi kepada tersangka IS terutama mengenai surat yang ditandatangani oleh tersangka,” tambah mantan Kasi Pidsus Kejari Kendal ini.
Selama menjalani pemeriksaan, Idham di dampingi penasihat hukum, Agustinus Hutajulu SH dan rekan. Saat akan meninggalkan gedung kejati, Idham disambut loyalisnya seperti Komandan Satpol PP Bantul Kandiawan dkk. Bahkan, seorang ibu parobaya spontan mencium tangan Idham sambil menangis sesaat sebelum naik Kijang Innova warna silver nopol B 1592 TKR.
“Lancar,” jawab Idham saat ditanya wartawan seputar proses pemeriksaan terhadap dirinya.
Sebelum diperiksa, Idham mengaku sehat dan siap menjalani pemeriksaan. “Kabarnya sehat. Siap jalani pemeriksaan,” kata Idham sesaat sebelum naik ke lantai tiga di mana ruang pemeriksaan dilakukan.
Agustinus Hutajulu mengatakan, kliennya ditanya seputar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai ketua KONI Bantul dan Persiba Bantul. Sebagai ketua, kliennya hanya menyalurkan dana ke perserikatan.
“Semua melalui prosedur yang benar. Bagi kami tidak ada masalah semua,” kata Agustinus sebelum meninggalkan kejati.
Di kompleks kejati kemarin (23/1) ada pemandangan berbeda. Saat penyidik mengagendakan pemeriksaan Idham, petugas keamanan lembaga yang dipimpin Suyadi SH itu dilengkapi metal detector. Setiap tamu yang ingin masuk diperiksa. Termasuk barang bawaan. Pengamanan ini berbeda dengan Selasa (21/1) lalu ketika penyidik memeriksa tersangka Edy Bowo Nurcahyo.
“Sebenarnya tak ada yang baru dalam pengamanan ini. Semuanya ini sesuai SOP pengamanan di kantor kejati. Untuk penambahan bantuan keamanan dari kepolisian, ini bentuk antisipasi kami demi kelancaran pemeriksaan dan keamanan semua pihak,” jelas Purwanta. (mar/amd)