MUNGKID – Sentra usaha keripik slondok di Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran terus meningkat. Bukti peningkatan yang signifikan bisa dilihat dari produksi dan harga jual produk olahan singkong tersebut.Sebelumnya, para perajin hanya memproduksi slondok mentah sekitar 20 ton per bulan dengan harga jual Rp 7 ribu. Setelah mendapat pelatihan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), produk olahan singkong pun menjadi beragam. Antara lain slondok matang, natta de cassava, dan tepung tapioka.”Di sisi lain, produksi slondok mentah menjadi rata-rata 20 ton per bulan, slondok matang 100 kilogram per bulan, natta de cassava 500 kilogram per bulan, dan tepung tapioka 120 kilogram per bulan,” kata Direktur Bisnis Mikro II PNM Carolina Dina Rusdiana, saat serah terima klaster slondok di Desa Sidowangi, Kecamatan Kajoran, kemarin (23/1).ada kesempatan tersebut, PT PNM menutup dan menyerahkan sentra usaha keripik slondok pada Pemkab Magelang. Para perajin slondok diwilayah ini, mendapat pembinaan dari PT PNM sejak 2012 lalu. “Kesuksesan pembinaan usaha mikro dan kecil (UMK) di klaster keripik slondok di wilayah ini, dibuktikan dari peningkatan yang signifikan,” imbuhnya.PT PNM telah membina 60 perajin slondok. Meski hanya 60 kelompok, dampak positif yang dapat dirasakan terhadap puluhan pengusaha singkong lainnya. Dengan pendampingan sejak 2012, PT PNM berharap program pembinaan yang telah dirintis bisa ditindaklanjuti Pemkab Magelang. Sehingga, para kelompok binaan ini ke depan bisa meningkatkan daya saing usaha.Selama pembinaan yang dilakukan, ternyata juga berhasil membentuk kelompok baru pengolah limbah slondok dengan produk natta de cassava dan makanan ternak awetan,” katanya.Ditambahkan, sejak 2013, telah melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha sebanyak 208 kali. Itu dilakukan di seluruh wilayah operasional PNM di Indonesia. Adapun jumlah pelaku UMK penerima manfaat pengembangan kapasitas usaha (PKU) mencapai 9.662 peserta atau meningkat 258 persen dalam setahun. “Kami tak hanya memberikan pelatihan dan pembinaan melalui PKU, tetapi juga membantu perluasan akses pasar hingga ke mancanegara,” imbuh Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Ibrahim.Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten Magelang Edy Susanto mengapresiasi apa yang dilakukan PT PNM ini. Ia berharap menjadi langkah awal bagi para perajin keripik dan slondok untuk mandiri dan meningkatkan kesejahteraannya.(ady/hes)