PURWOREJO – Sepekan setelah pindah dari Jalan A Yani, kondisi pasar darurat pilihan pemkab masih sepi. Banyak pedagang yang belum memulai aktivitas berjualanm, baik di Jalan Pahlawan, Plaza, atau Suronegaran.Praktis, banyak kios-kios yang masih tergembok dan belum buka. Ini membuat Kepala Pasar Baledono Supardjo mengimbau pada seluruh pedagang yang belum mengambil kunci kios segera mengambilnya di kantor pasar yang berada di belakang kompleks plaza.Dari data kepala pasar, sebanyak 150 kunci kios dari total 506 bangunan kios yang belum diambil. Sementara di Suronegaran, dari 106 kios, belum ada separuhnya yang sudah diambil. “Untuk titik relokasi Suronegaran, bahkan baru 49 kunci yang diambil. Selebihnya belum,” imbuh Supardjo, kemarin (23/1).Supardjo mengaku telah melakukan berbagai upaya agar para pedagang segera memulai usaha dan menempati kios di wilayah relokasi yang menjadi haknya. Para pedagang diharapkan bisa menempati agar keadaan pasar cepat normal. “Mungkin para pedagang masih ragu dan melihat perkembangan di lapangan. Jika terlalu lama tidak menempati, bisa jadi kios yang menjadi jatah mereka, bisa dipakai orang lain yang mau menempatinya,” paparnya.Menurut Supardjo, biaya relokasi telah menelan biaya yang tidak sedikit. Jika tidak segera dimanfaatkan bisa rusak sia-sia. Fasilitas seperti musala, MCK, air bersih, dan listrik juga telah disiapkan bagi pedagang dan pengguna pasar. “Tentu biayanya tidak sedikit. Jadi kami meminta pada para pedagang segera menempati kios darurat yang dibangun pemkab tersebut. Kondisinya tentu tidak seperti yang mereka inginkan, namanya saja darurat,” ucapnya.Salah satu pedagang, Sukoco, 50 meminta pengurus Pasar Baledono menindak tegas pedagang yang tidak segera menempati kios darurat yang menjadi haknya. “Kalau tidak mau menempati yang segera ditindak. Diberikan saja pada orang lain. Yang mau menempati juga banyak,” katanya.Di bagian lain, Sukoco juga mendesak pemkab segera merealisasikan janjinya mengatur rute jalur angkutan. Seperti pertemuan pada Oktober 2013, pemkab berjanji merubah jalur trayek, sehingga angkutan melintas di dekat pasar darurat. “Hingga kini, belum terealisasi. Mungkin ini menjadi alasan kenapa pedagang enggan membuka lapaknya. Mereka bisa saja beralasan kondisinya belum ramai,” katanya.(tom/hes)