NGEYEL: Sejumlah motor diparkir di lokasi yang dinyatakan terlarang bagi kendaraan bermotor di Wates, kemarin.
Ganggu Kenyamanan Warga yang Menikmati Kota Wates
WATES – Berlakunya Car Free Day (CFD) di Alun-alun Wates di akhir pekan cukup membuat masyarakat nyaman bisa menikmati sejumlah hiburan yang disuguhkan tanpa harus terganggu dengan suara kendaraan bermotor. Namun pemberlakukan zona CFD ini, belum sepenuhnya steril lantaran masih saja ada kendaraan yang masuk meski hanya memarkirkan kendaraannya.CFD ini menjadi momentum yang ditunggu-tunggu masyarakat. Apalagi menikmati akhir pekan bersama keluarga, teman, dan rekan bisnis, tentu zona CFD di Alun-alun Wates menjadi lebih semarak. Tampak terlihat sejumlah pejalan kaki yang asik menikmati lingkungan ikon Kota Wates tanpa diganggu kendaraan bermotor. Praktis pemandangan seperti ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.Namun, sepertinya pemberlakuan zona CFD ini terbilang belum maksimal. Sebab beberapa masyarakat masih ada yang mengeluhkan sepeda motor yang diparkir di zona itu. Seperti halnya di depan rumah dinas Bupati Kulonprogo.”Kok ini masih ada kendaraan yang masuk, padahal setahu saya zona CFD harus benar-benar steril dari kendaraan,” kata Triyanti, salah satu warga Bendungan, Wates, kemarin (26/1).Memang, bukan tanpa alasan ketika masyarakat sedikit mengeluhkan belum maksimalnya zona CFD. Sebab, di sekitar zona itu masih dijumpai sepeda motor yang parkir. Sehingga kondisi ini justeru bisa mengganggu aktivitas warga lainnya yang ingin menikmati zona CFD.”Meski tidak mengurangi area aktivitas warga di zona CFD, tetap saja pemandangan itu mengganggu,” katanya.Melihat kondisi itu, ia berharap agar zona CFD bisa lebih ditata kembali. Jangan sampai masyarakat yang ingin menikmati suasana akhir pekan tanpa kendaraan bermotor terganggu karena penataan yang kurang optimal. Sedangkan untuk program CFD ini, ia berharap agar bisa dilanjutkan dalam jangka waktu yang lama.”Ya harapannya kepan penataan kawasan CFD lebih terkonsep, jadi warga benar-benar leluasa memanfaatkan momen sepekan sekali itu,” kata dia.Beberapa masyarakat yang datang di Alun-alun Wates menginginkan agar program CFD ini tidak hanya mengontrol dan me-refresh arus lalu lintas saja. Perlu adanya pengembangan inovasi seperti sajian cinderamata atau pernak-pernik, termasuk wisata kuliner. Sehingga CFD bisa difungsikan sebagai wahana yang bersahabat dengan masyarakat.Sementara itu Kasatlantas Polres Kulonprogo, AKP Supriyanto menjelaskan, mengenai belum sterilnya zona CFD di Alun-alun Wates, ia menyatakan bahwa itu hanya persoalan teknis saja. Sedangkan pelaksanaan program CFD sendiri berjalan dengan lancar. “CFD berlaku mulai 07.00. Sedangkan kendaraan yang masih berada di zona, mungkin sudah masuk ke zona itu sebelum jam yang ditentukan,” kata Supriyanto.Dengan demikian, seharusnya pemilik kendaraan seperti sepeda motor tidak bisa keluar zona karena sudah diberlaklukan larangan kendaraan untuk melintas zona itu. Pihaknya menyatakan akan lebih banyak menerjunkan tim giat sepeda dari Polres agar mampu merangsang masyarakat yang bersepeda di zona CFD. (fid/iwa)