MAGELANG-Polres Magelang Kota bakal menerjunkan 2/3 kekuatan untuk pengamanan pemilihan umum (pemilu) 2014, April mendatang. Jumlah itu sudah disesuaikan dengan anggaran yang mencapai Rp1 miliar dari Mabes Polri. “Kami sudah mendapat petunjuk dari Polda bahwa kekuatan yang akan dikerahkan untuk pengamanan pemilu sebanyak 300 personel di Kota Magelang,” kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Tommy Aria Dwianto, akhir pekan lalu. Keputusan itu sekaligus menepis adanya isu bahwa jumlah personel polisi di daerah akan dikurangi. Ini menyusul wacana pengurangan dana pengamanan pemilu tahun 2014 di seluruh Indonesia. “Tidak ada pengurangan dana pengamanan. Di Polres Magelang Kota sekitar Rp1 miliar disiapkan,” tegasnya.Sifat pengamanan polisi pada pemilu mendatang ini, papar Tommy akan difokuskan untuk antisipasi kampanye terbuka, pengawalan distribusi logistik dan pengawalan terhadap partai politik. “Ada satu personel untuk mengamankan setiap partai politik. Ini juga ditambah untuk pengamanan para calon legislatif,” terangnya.
Di Kota Magelang sendiri terdapat 257 tempat pemungutan suara (TPS). Tiap TPS setidaknya akan disiagakan petugas yang melibatkan Polri, TNI, Linmas, Satpol PP dan masyarakat sendiri. “Sinergitas dari petugas dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan situasi pemilu yang kondusif,” tegas mantan Interpol Polri ini.
Selain itu, pihaknya juga berencana untuk mengintensifkan razia kendaraan apabila sudah memasuki masa kampanye. Sebab, tidak menutup kemungkinan pelanggaran lalu lintas pada masa kampanye terbuka akan terjadi. Bahkan, diperkirakan akan meningkat jumlahnya. “Untuk itu kami akan intensifkan razia dan pengamanan lalu lintas. Apalagi pada momen perang politik ini sangat rawan terjadi konflik,” tandas Kapolres.(dem)