SANDEN – Harga Bawang Merah di pasaran merosot tajam. Kini, harganya Rp 5000 perkilogram. Padahal, harga sayur-sayuran lain tengah meroket. Karena itu, para petani Bawang Merah di wilayah Sanden dipastikan akan merugi. “Sebulan lalu masih Rp 25 ribu perkilogramnya,” terang Rujito, seorang petani Bawang Merah asal Kecamatan Sanden kemarin (26/1). Rujito mengakui masa tanam kali ini berada di luar musim. Biasanya, para petani tidak akan menanam Bawang Merah saat musim penghujan. Meski begitu, para petani di kawasan selatan Bantul ini nekat melakukannya. Harapannya, dapat memeroleh keuntungan melimpah saat musim panen telah tiba. “Untuk biaya tanam kali ini sekitar Rp 7 juta. Rata-rata biaya yang dikeluarkan petani ya segitu. Antara Rp 6 juta hingga Rp 7 juta,” sebutnya. Menurut dia, nilai biaya tersebut untuk luas tanaman 100 Ru. 1 Ru sama dengan 1 kali 14 meter. Asumsinya, dengan harga Rp 5000 perkilogram Rujito hanya akan mendapatkan perolehan maksimal sebesar Rp 5 juta. “Biaya sebesar itu tanpa menghitung tenaganya berapa. Kalau dengan tenaga ya bisa lebih besar lagi,” ungkapnya. Karena itu, para petani di kawasan Sanden pada musim kali ini rata-rata mengalami kerugian antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Sarijan, seorang petani Bawang Merah lainnya mengatakan hal serupa. Menurut dia, pada musim tanam kali ini dia mengalami kerugian sebesar Rp 2 juta.
“Kalau harga persatu kilogramnya Rp 5000 ya ruginya segitu,” tuturnya. Untungnya, sebagian petani Bawang Merah di Sanden juga memiliki tanaman Cabai Keriting. Saat ini harga Cabai Keriting di pasaran mencapai Rp 26 ribu perkilogram. Dalam sekali penen, para petani dapat memeroleh hasil dua kwintal. Karena itu, keuntungan dari Cabai Keriting dapat menutupi kerugian.(zam)