SLEMAN- Gugatan praperadilan yang diajukan Jogja Police Watch (JPW) terhadap Kapolda DIJ dalam perkara terbunuhnya wartawan Harian Bernas Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin memasuki babak akhir.
Hari ini Senin (27/1) Pengadilan Negeri (PN) Sleman bakal menjatuhkan putusan. Vonis akan dibacakan hakim tunggal Sutikna SH dalam sidang terbuka yang dimulai pukul 09.00.”Apapun putusan yang dijatuhkan hakim, kami menghargai dan menghormati. Kami percaya hakim praperadilan berpikiran dengan perspektif maju,” ungkap Koordinator Tim Advokasi Pencari Keadilan untuk Udin (TAPKU) Ramdlon Naning SH saat dihubungi tadi malam (26/1).Terkait pemikiran dan perspektif ke depan itu terkait putusan akan mendasarkan pada pertimbangan demi keadilan yang bersifat substantif sesua dengan kebenaran dan keadilan yang hidup di tengah masyarakat.”Kami percaya hakim memahami hal itu sehinggga tidak hanya berpegangan pada hal-hal yang bersifat legalistik dan formalistik. Hakim bukanlah corong dari undang-undang,” kata advokat yang berpraktik sejak 1979 ini.Dengan harapan itu, Ramdlon menambahkan, putusan tersebut tidak bersifat mengambang. Ia kembali mengungkapkan harapan antara pihaknya dengan hakim memiliki persepsi yang sama. Gugatan yang diajukan JPW itu sebagai upaya mencari keadilan demi mendapatkan kepastian hukum.”Mudah-mudahan putusan itu mampu mengkover rasa keadilan di masyarakat yang sekarang diperjuangkan insan pers bersama elemen-elemen masyarakat lainnya, termasuk JPW,” tegasnya.Ramdlon mengatakan, permohonan yang diajukan agar kasus Udin segera tuntas sebetulnya sangat sederhana. Yakni, hakim memerintahkan Kapolda DIJ melanjutkan penyelidikan atau penyidikan kasus Udin.Bila memang polisi menghadapi kendala mengungkap kasus Udin, pihaknya minta agar hakim mememerintahkan Kapolda mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). “Permohonan kami sebenarnya sederhana,” katanya.Kepastian hukum dalam perkara Udin sangat diperlukan dan ditunggu masyarakat. Sebab, pada 18 Agustus 2014, perkara tersebut genap berusia 18 tahun. Selama kurun waktu yang lama dan panjang itu, polisi belum juga menemukan pelaku pembunuhan Udin.”Sesuai saluran hukum yang ada, mestinya kalau tidak mampu polisi mengeluarkan SP3. Jangan menggantung seperti sekarang. Disidik tidak, dihentikan juga tidak. Ini jelas menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum,” imbuh Ketua JPW Asril Sutan Marajo.Gugatan yang diajukan JPW itu merupakan kali kedua setelah pada akhir November 2013, PWI Cabang Jogjakarta juga mengajukan gugatan serupa. Sidang gugatan JPW itu berlangsung sejak Selasa (21/1) hingga Jumat (24/1) lalu. Namun dalam sidang Jumat (24/1), TAPKU yang terdiri Ramdlon Naning SH, Lasdin Wlas SH, Kurniawan Nuryawan SH, Safiudin SH, Maryanto SH dan Dadang Ardani SH memilih boikot tak datang ke PN Sleman.Sidang tersebut beragendakan pembacaan kesimpulan. Namun TAPKU tidak mengajukan kesimpulan. (mar/kus)