TANPA POLUSI: Warga bermain skateboard di kawasan bebas kendaraan di sekitar Lapangan Denggung Sleman kemarin (26/1).
SLEMAN – Pemkab Sleman meniru langkah Pemkot Jogja. Menengok langkah sukses pemkot membebaskan kawasan Malioboro dari polusi asap kendaraan tiap Minggu pagi, Pemkab Sleman mencoba menerapkan kebijakan serupa.Kawasan Taman Bermain Denggung menjadi area sasaran program car free day atau bebas kendaraan. Kemarin (26/1) merupakan hari pertama kegiatan itu digelar.Pelaksanaan program tersebut diikuti penutupan jalan di titik-titik tertentu sejak pukul 06.00 hingga 09.00. Di antaranya di Jalan Pringgodiningratan ke arah barat hingga simpang empat kantor Pengadilan Negeri Sleman. Jalan lingkungan di sebelah barat dan utara Lapangan Denggung juga ditutup.Jalan Pringgodiningratan yang berada di selatan lapangan pun lenggang. Padahal, jalan itu biasanya dipadati kendaraan bermotor.Kesempatan itu tak disia-siakan kalangan komunitas olahraga seperti skateboarder, sepeda BMX, sepatu roda, dan onthel. Bahkan, selama tiga jam, sebagian jalan beraspal di kawasan tersebut disulap menjadi lapangan bola oleh komunitas street football.Mereka bebas berkreasi dengan memasang pernak-pernik untuk beraksi di tengah jalan raya. “Semoga program bisa berkelanjutan. Hawanya jadi sejuk di sekitar sini,” ungkap Paimo, 44, seorang penggemar sepeda onthel.Uji coba kawasan bebas kendaraan ini dimanfaatkan jajaran Polres Sleman untuk kampanye Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalulintas. Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin menuturkan, kampanye itu dilandasi belum baiknya potret perilaku pengendara kendaraan bermotor di jalan raya.Misalnya, lanjutnya, kebut-kebutan dengan kecepatan melebihi ketentuan atau mengendarai sepeda motor secara zig-zag. “Itu kebiasaan tak sehat dalam berkendara dan berpotensi menjadi sumber penyebab kecelakaan,” ingat Ihsan.Kegiatan tersebut makin semarak dengan dibukanya bazar makanan dan aneka jajanan tradisional. Ada pula tanaman hias dan kerajinan.Bupati Sleman Sri Purnomo berjanji menjalankan program tersebut secara kontinyu. Hal terpenting yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini adalah mengubah pola kebiasaan masyarakat dari ketergantungan mengendarai kendaraan bermotor.Dia ingin warga Sleman mulai hidup sehat dengan berolahraga di lokasi bebas polusi udara. “Ini langkah nyata penuh edukatif dan tanggung jawab tentang pentingnya mencintai lingkungan sekaligus belajar tertib berlalu lintas,” ungkap Sri.Menurut Sri, tertib beralalu lintas dimulai dari diri pribadi masing-masing dengan langkah kecil. Seperti mengenakan perlengkapan standar serta mematuhi setiap aturan berlalu lintas. Sri berharap setiap warga bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas karena untuk mewujudkan lalu lintas yang aman dan nyaman dibutuhkan kesadaran semua pihak. “Keteledoran segelintir orang dapat menyebabkan musibah bagi orang yang telah tertib berlalu lintas,” ingatnya. (yog/amd)