JOGJA – Maraknya aksi kriminalitas dengan sasaran uang tunai membuat Bank Mandiri DIJ prihatin. Sebagai bentuk antisipasi mencegah pelaku kriminal, Bank Mandiri menggandeng sejumlah sekolah di Jogjakarta untuk menggunakan kartu elektronik money (e-money). Dengan e-money, sekolah dan siswa lebih praktis membawa uang kemana dan untuk keperluaan apa saja.”Kartu e-money dikembangkan untuk memberikan kemudahan bagi siswa dalam bertransaksi, sekaligus realisasi keinginan kami untuk memperkenalkan konsep less cash society kepada masyarakat khususnya pelajar. Untuk pelajar ada desain khusus sesuai keperluan,” kata Senior Vice President Electronic Banking Bank Mandiri, Rahmat Broto Triaji dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penggunaan student card e-money antara Bank Mandiri dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) di Hotel Santikan Sabtu (25/1) lalu.Student card berfungsi untuk memudahkan bagi para siswa dalam bertransaksi sekaligus realisasi keinginan Bank Mandiri dalam memperkenalkan less cach society kepada masyarakat khususnya pelajar. Layaknya seperti uang, kartu e-money sebagai kartu e-payment untuk membayar tiket bus Trans Jogja maupun berbelanja di toko ritel. “Pengisian ulang dapat dilakukan diseluruh kantor cabang Bank Mandiri dan ATM Mandiri atau ATM bersama,” tambah Rahmat.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ, Kadarmanta Baskoro Aji mengatakan untuk sementara sekolah yang ingin menjajaki penggunaan e-money sebanyak 20 sekolah, mulai tingkat SMP hingga SMA. Selain untuk pembayaran, e-money berfungsi sebagai kartu identitas elektronik siswa. Sebab, dalam kartu memuat foto, daftar nilai, absensi, dan lain sebagainya.”Yang siap sebenarnya banyak tapi kami pilih 20 dulu,” kata Baskoro Aji usai penandatanganan MoU.Baskoro menambahkan, program e-money di lingkungan sekolah bagian dari edukasi siswa dalam dunia perbankan. Apalagi, saat ini sekolah masih ada dua budaya dalam bertansaksi. Yakni, tradisional dan budaya yang mulai mengadopsi sistem perbankan.
“Kami ingin anak-anak nantinya lebih familiar dengan dunia perbankan. Sebab, setelah menggunakan kartu e-money mau tidak mau mereka harus berhubungan dengan bank,” jelas Baskoro. (mar)