SLEMAN – Jajaran Pemkab Bantul agaknya bakal lebih disibukkan menghadapi sejumlah perkara hukum yang membelit beberapa penyelenggara negara maupun mantan pejabat publik di kabupaten tersebut.
Belum selesai kasus hibah Persiba Rp 12,5 miliar, dan akuisisi Radio Sangga Buwana Citra menjadi Radio Bantul Rp 1,7 miliar, kini ada satu lagi perkara yang sedang diproses Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rencananya, perkara yang telah matang diusut KPK itu akan dilimpahkan ke penegak hukum di daerah. “Satu perkara lain itu akan kami serahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ,” ungkap Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas usai berbicara dalam seminar bertema “Muhammadiyah dan Gerakan Melawan Korupsi” yang digelar di Asrama Haji Jalan Lingkar Utara, Mlati, Sleman, kemarin (26/1).
Busyro memastikan, perkara yang akan dilimpahkan itu bukan kasus Radio Bantul yang saat ini masih dalam proses pelimpahan dari KPK ke kejati. “Ada perkara lain. Tapi, saya nggak ingat apa. Yang jelas akan kami limpahkan ke kejati,” ungkapnya.
Komisioner KPK yang juga menjabat penasihat Ranting Muhammadiyah Nitikan Umbulharjo, Kota Jogja itu mengatakan, selama ini jalinan koordinasi lembaganya dengan kejaksaan berjalan cukup baik. Termasuk dengan Kejati DIJ. Bahkan secara terbuka Busyro mengapresiasi kinerja kejati dibawah kepemimpinan Suyadi SH.
“KPK percaya dengan Pak Suyadi. Kepemimpinan beliau akan mampu menuntaskan perkara-perkara yang kami limpahkan,” puji pria yang juga tercatat masih mengajar di program Magister Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) ini.
Dalam paparannya di depan peserta seminar, Busyro yang berbicara berdampingan dengan Wakil Wali Kota Jogja Periode 2001-2006 HM. Syukri Fadholi, dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIJ Agus Taufiqurrahman, Busyro juga mengupas soal supervisi dan koordinasi dengan aparat penegak hukum di daerah.
KPK, lanjut Busyro, menggandeng auditor BPK dan BPKP guna mengintensifkan tugas tersebut. Supervisi dan koordinasi itu sebagai kiat KPK saat rencana membentuk perwakila di daerah ditolak parlemen.
Hasil supervisi dan koordinasi itu lumayan berjalan baik. Salah satunya untuk penanganan perkara di DIJ, Busyro menunjuk perkara Radio Bantul. Saat ii antara KPK dengan kejati memiliki kesepahaman.
Akuisisi radio yang dibiayai dengan APBD Bantul Tahun Anggaran (TA) 2007 itu dinilai menyimpang. Bahkan KPK dan kejati kompak menyebut ada kerugian keuangan negara di balik pembelian radio dari swasta menjadi milik Pemkab Bantul.
Lembaga antirasuah itu saat ini tengah menerjukan tim auditor guna menghitung nilai kerugian keuangan negara sebagaimana diminta kejati. “Kami siapkan dan dukung sepenuhnya,” tegas ketua KPK Periode 2010-2011 ini.
Di tempat sama Syukri dan Agus mengapresiasi kinerja KPK tersebut. Bahkan Syukri mendorong Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) agar lebih proaktif dalam gerakan-gerakan pemberantasan korupsi.
“Kalau perlu ke depan kita buat nota kesepahaman dengan KPK. Gerakan melawan korupsi harus dilakukan secara massif. Anak muda harus ada di garda depan,” pinta Syukri.
Kembali soal perkara lain yang diserahkan KPK, Kadiv Investigasi Jogja Corruption Watch (JCW) M. Rodzali SH menengarai ada banyak perkara di Bantul yang diusut KPK.
“Bisa lebih dari satu kasus,” duganya.
JCW mencatat ada banyak perkara yang pernah dilaporkan masyarakat ke komisi antikorupsi tersebut. Selain kasus Radio Bantul, perkara-perkara lainnya meliputi kasus tukar guling tanah kas desa Bangunharjo, Sewon Bantul Rp 8 miliar, Bantul Kota Mandiri Rp 4 miliar, dana konsultasi ke Pemerintah Pusat Rp 1,5 miliar, pengadaan kebun buah Mangunan dan pengadaan babonisasi.
“Ada juga kasus lain terkait Bank Pasar Bantul. Belum lagi ada dugaan gratifikasi empat pejabat dan pengadaan komputer bekas dari Jepang Rp 1 miliar,” bebernya.
Dari sekian banyak kasus itu, ia meyakini ada petunjuk maupun alat bukti yang berhasil diperoleh KPK. Apalagi lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu beberapa kali turun ke Bantul.
“Kita tunggu saja. Kinerja KPK itu kadang pelan tapi pasti. Nanti akan banyak perkara di Bantul akan terbongkar. Publik akan mengetahui semuanya,” ujarnya. (mar/zam/kus/amd)