Aturan baru soal defense yang diterapkan di Honda DBL Jogjakarta Series tahun ini kembali memakan korban. Dalam laga kemarin giliran pelatih SMA Stella Duce 2 (Sterro) Merari Puay yang harus diusir wasit akibat kegagalan anak buahnnya menaati regulasi ini.Bahkan diusirnya Merari tergolong cepat. Ya, saat kuarter kedua hamper berakhir, tim Stero dua kali melakukan defense aktif di daerah pertahanan laan. Padahal sesuai aturan hal tersebut baru boleh diterapkan saat pertandingan memasuki dua menit terakhir.Namun, bukannya kecewa, Merari justru mengapresiasi regulasi baru tersebut. Menurutnya aturan baru ini malah membuat para pemain bisa tampil lebih sabar. Dirty play yang biaa dilakukan setelah kehilangan bola tak akan terlihat lagi di lapangan. “Menurut saya aturan ini sangat banyak manfaatnya. Pertama tim yang lebih lemah tidak mudah diintimidasi klub raksasa. Selain itu permainan anak-anak menjadi lebih bersih. Makanya saya sangatmengapresiasi regulasi ini,” imbuhnya.Diusirnya Merari dari lapangan ternyata tak banyak mempengaruhi permainan anak-anak Stero. Ya, menghadapi SMAN 2 Ngaglik, Stero bermain stabil hingga mampu menang dengan skor telak 43-19. Merari mengaku sejak awal sama sekali tidak khawatir sekalipun para pemainnya tidak didampingi pelatih. Kata dia, tanpa dipandu pun Maria Nadia Sri dkk sudah bisa menjalankan instruksinya. “Pemain-pemain sudah bisa menjalankan apa yang saya mau,”tukasnya.Maria kapten Stero mengungkapkan memang cukup sulit menerapkan aturan defense baru. Penyebabnya, selama ini Stero memang jarang melakukan half court press setelah bola terebut di daerah pertahanan lawan.”Memang agak sulit menerapkan aturan ini. Pak Merari sudah menginstruksikan hal itu saat latihan. Tapi tetap saja yang namanya kebiasaan memang sangat sulit dihilangkan,” imbuhnya.Maria menambahkan kedepannya ia dan rekan rekannya akal berusaha untuk tidak terlalu agresif di daerah pertahanan lawan. Seiring berjalannya waktu tim Stero pasti terbiasa dengan aturan ini. (nes/din)