Semarang-Modifikasi mobil yang sembarangan dan tidak sesuai standar kaidah kelistrikan, menjadi penyebab paling banyak terjadinya kebakaran pada mobil. Banyak kasus kebakaran mobil terjadi,
karena faktor kelalaian pemakai, yang dipicu oleh penambahan
aksesoris yang sembarangan.Kebakaran merupakna munculnya api yang tidak dikehendaki dan tidak dapat dikendalikan, sehingga bahaya kebakaran dapat terjadi dimana saja. Terdapat banyak faktor yang dapat menimbulkan kebakaran pada kendaraan, baik dari internal maupun eksternal.
“Yang paling sering ditemui, kebakaran pada mobil disebabkan penambahan aksesoris yang tidak standar,” ujar Instructor Service Training Techincal Service Division Daihatsu Aji Prima Barus Nurcahya dalam workhsop for journalist dengan tema “Pencegahan Kebakaran pada Kendaraan”, di Kantor Daihatsu Training Center Semarang, pekan lalu (24/1).Menurut Aji, pemakaian kabel non standar, kabel yang tidak
sesuai dengan besarnya arus listrik, penyambungan kabel yang tidak
sempurna atau penyambungan kabel yang terlampau banyak. Dirinya mencontohkan, seperti pemasangan subwoofer daya besar tapi menggunakan kebel kecil. “Karena itu di buku garansi juga tidak disarankan atau menghindari penambahan aksesoris tersebut,” ungkapnya.
Meskipun begitu, jika pemilik mobil memang hobi atau suka untuk memodifikasi mobilnya, disarankan untuk menggunakan peralatan yang standar. Pemasang aksesoris juga diminta untuk menggunakan peralatan yang standar. Menurut dia, pemasangan alat yang tidak standar tersebut, efeknya tidak langsung, tapi bisa beberapa waktu kemudian.Untuk itu, pihaknya menyarankan untuk melakukan perawatan rutin kendaraan di bengkel resmi. Selain itu juga meminta untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh, muali dari kabel, protector, kontak kelistrikan, wadah oli hingga busi. Hal itu, jelas dia, karena di kendaraan terdapat empat unsur yang mudah terbakar, yaitu bahan bakar, uap bensin, oli dan fluida. “Jika kena panas terus, juga bisa menyebabkan kebakaran,” ungkapnya.Aji melanjutkan, selain faktor internal tersebut, terdapat pula beberapa faktor eksternal yang dapat menyebabkan kebakaran kendaraan. Seperti puntung rokok, korek gas di dashboard mobil, benturan kendaraan, plastik yang menempel di exhaust atau rumput kering. Ya rumput kering yang tinggi. Saat mobil menyala, jelas dia, rumput kering tersebut terkena panas dan akhirnya nanti terbakar. Karena itu, Aji menyarankan untuk menghindari parkir di tanah lapang yang banyak terdapat rumput kering.
Aji menerangkan, biasanya gejala yang paling umum ditemui adalah keluarnya asap dari kendaraan. Jika memang sudah terjadi,disarankan untuk tidak panik. Ketika api masih kecil, ungkapnya, bisa segera dipadamkan, tapi ketika sudah membesar harus segera menjauh dari mobil. Hal itu, terang dia, karena di dalam mobil banyak bahan bakar yang bisa meledak. “Sebagai langkah preventif, bisa juga untuk mengasuransikan kendaraan,” tuturnya.Sementara, itu Kepala Divisi Domestik Marketing PT Astra Daihatsu
Motor, Rio Sanggau menambahkan, acara workshop ini digelar di Jakarta
dan Semarang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Daihatsu
terhadap maraknya kasus kebakaran kendaraan yang terjadi.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini masyarakat bisa lebih memahami
cara perawatan mobil yang baik dan benar. Juga supaya konsumen
lebih paham faktor-faktor yang beresiko dan bisa menghindarinya,” kata Rio.(pra)