PURWOREJO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta mengamati dan meneliti lokasi yang terimbas gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter, Sabtu (25/1) lalu. Pemantauan dipimpin Kepala BMKG Jogjakarta Bambang Suryo Santoso.Selain melihat langsung dampak gempa di Purworejo, BMKG juga memantau beberapa lokasi di Cilacap, Banjarnegara, dan Jogjakarta, sebagai daerah yang ikut merasakan dampak gempa yang berpusat di Laut Selatan Jawa atau 104 Km Barat Daya Kabupaten Kebumen.Tim BMKG berjumlah lima orang. Mereka membawa alat pemantau gempa portabel. Mereka mendaangi beberapa rumah yang rusak di Desa Krandegan dan Tangkisan, Kecamatan Bayan, Purworejo. Kunjungan berdasar data kerusakan yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo.Di setiap rumah yang dikunjungi, petugas dari BMKG mengumpulkan sumber dan informasi secara langsung detik-detik saat terjadi gempa sebagai data pendukung. Selain itu, petugas juga mendokumentasikan jenis kerusakan dengan kamera.Bambang Suryo menjelaskan, saat ini fokus memantau. Salah satunya dengan melihat langsung bangunan yang rusak di wilayah yang terdampak gempa. “Kami mendapat penugasan memantau Purworejo. Hasilnya dianalisa sebagai bahan penelitian dampak gempa terhadap bangunan. Seperti yang terlihat, kerusakan mayoritas pada bagunan lama,” ungkap Bambang.Ia meneruskan, sejumlah gempa susulan masih terjadi. Hanya getarannya tidak terasa. “Sampai hari ini (kemarin, Red) hingga pukul 13.15, kami mencatat 30 gempa susulan dengan kekuatan 2 – 4 (SR). Dengan alat ini bisa terdata. Secara kasat mata tak terlihat dan tak mengkhawatirkan,” katanya.Sebelumnya, saat gempa terjadi, peserta kuliah umum di Fakultas Teknik Universitas Magelang (UM) Magelang yang menggandeng Telkomsel sempat dibuat bubar. Ratusan mahasiswa berhamburan keluar ruangan Aula Lantai 3 Gedung Rektorat saat gempa. Tak pelak, Manajer Network Operational Telkomsel Jogjakarta Wendy Ade Wijaya yang jadi pembicara turut keluar dari ruangan.”Acarakuliah umum sebenarnya hampir usai. Sebagian besar peserta enggan kembali masuk,” kata Wakil Rektor 2 Nuryanto ST MKom.(tom/dem/hes)