BANTUL – Laga perdana Persiba Bantul di Indonesian Super League (ISL) 2014 kontra Pesiba Balikpapan tinggal kurang dari seminggu. Namun, manajemen Persiba belum juga menyodorkan kontrak pada para pemain.
Meskipun begitu manajemen Persiba optimistis proses perikatan pemain bisa selesai dalam aktu dekat. Sejauh ini, mereka baru menjalin deal dengan 16 pemain. Bahkan dari 16 orang ini, dua pemain lama belum masuk di dalamnya.
Adapun kedua pemain lawas yang belum sepakat dengan tawaran yang diajukan Persiba adalah Ugik Sugiyanto dan Wahyu Tri Nugroho (WTN). Sedangkan pemain lain yang belum deal adalah Ebi Sukore, Eric Bayemi, Ngon A Djam) dan M Isnaeni.
Manajer Persiba Hanung Raharjo mengatakan pihaknya akan segera merampungkan proses negosiasi. Rencananya hari ini, manajemen Laskar Sutan Agung bakal melanjutkan poses negosiasi pada pemain-pemain yang belum terikat.
“Ada beberapa emain yang kami anggap sangat penting belum bisa menjalin kesepakatan harga dengan kami,” imbuhnya.
Hanung menargetkan hari ini sleuruh pemain bidika sudah sepakat untuk membela Persiba musim ini. Sebab dengan begitu manajemen Persiba bisa segera menyodorkan kontrak.
Rencananya di musim ini Persiba bakal berisikan 24 pemain. Meskipun boleh mengontrak empat pemain asing Persiba sepertinya sudah matap hanya menggunaan tiga saja. Sebab, setiap tim ISL hanya boleh
mendaftarkan tiga saja dalam Daftar Susunan Pemain (DSP).
Pelath Persiba Sajuri Said cukup yakin dengan
perjalanan Persiba musim ini. Meskipun dengan kualitas materi pemain yang menurun dibanding musim lalu Sajuri percaya Persiba masih mampu berbicara banyak.
Sajuri sendiri hampir pasti kembali ditunjuk sebagai pelatih kepala secara de facto. Selama mmimpin Persiba tiga tahun terakhir Sajuri
mampu menghadirkan gelar juara Divisi Utama pada musim 2010/2011. “Semoga saya bisa membawa Persiba paling tidak berbicara banyak di ISL,” ungkapnya.
Adapun di bagian lain, pemain yang megudurkan diri dari Persiba Eduardo Bizarro masih pusing mencari klub. Ia pun mengaku agak kecewa degan manajemen yang aru mengaku tak bisa memenuh permintaan gajinya saat ISL suda hampir bergulir. Hal tersebut mengakibatkan dia sulit mencari klub.
Saat ini Edu tidak akan memilih-milih kompetisi sebagai acuan menentukan klub untuk dilabuhi. PSS Sleman yang sudah cuup lama melirik
Edu bisa jadi pilihan. Sayangnya, jika kuota emain asing di Divisi Utama hanya dua, peluang Edu ke PSS jelas tertutup. “Saya berharap ada tempat di sana (PSS). Sebab selama ini hubungan kami cukup baik,” terangnya. (nes/din)