Tim cewek SMAN 9 Jogja (Trapsilla) melangkah manta di laga perdana Grup H Honda DBL Jogjakarta Series 2014 kemarin (26/1). Mereka tidak membiarkan lawannya SMAN 1 Ngaglik berkembang dan menang telak 43-9.
Raihan poin lebih dari 40 ini memang di luar ekspektasi. Maklum saja secara historis Trapsilla belum masuk jajaran elit bola basket
Jogjakarta seperti SMAN Stella Duce 1 (Stece) SMAN 4 Jogja maupun SMA Santa Maria (Stama).Namun Trapsilla sukses membuktikan diri kalaumereka siap untuk menjadi tim kuda hitam. Pelatih Trapsilla Yoga Fitroh Ariyanto mengatakan tampil tanpa beban menjadi kunci mengapa tim besutannya bisa tampil trengginas. Kata Yoga, anak-anak Trapsilla sama sekali tidak grogi meskipun menjalani pertandingan pertama dalam turnamen basket antar SMA terbesar di Indonesia tersebut. “Berarti secara mental mereka sudah sangat luar biasa,” ungkapnya selepas pertandingan.Trapsilla tancap gas sejak awal pertandingan. Bayangkan saja, mereka melesat dengan 14 angka tanpa membiarkan sekalipun ring mereka kemasukan. Terus mempertajamkeunggulan hingga akhir laga mereka akhirnya bisa menang 43-8.Trapsilla juga menunjukkan kalau materi pemain mereka cukup merata. Hal ini dibuktikan dengan banyakya poin yangdibukukan pemain bench mereka. Ya, penggaw cadangan Trapsilla sukses menyumbangkan 19 dari 43 poin itu. “Skuad kami cukup merata,” imbuhnya.Impresifnya penampilan Trapsilla sendiri merupakan sinyal bahaya untuk Runner Up Honda DBL Jogjakarta Series 2010 dan 2011 Stama. Ya setelah pertandigan ini Trapsilla tentu harus melewati Stama jika ingin loloske babak big eight.”Kalau bermain seperti ini mudah-mudahan kami bisa mencuri kemenangan dari Stama. Jelas bbak big eight menjadi bidikan kami sekarang,” tegasnya.Pelatih SMAN 1 Ngaglik Yufron mengatakan tim besutannya tidak bermain jelek. Hanya saja Trapsilla menunjukkan performa luar biasa dalam pertandingan kemarin. “Sejatinya anak-anak sudah bagus. Namun lawan tampil jauh lebih bagus,” pujinya. (nes/din)