Perkara Perusakan PT JTT Diselesaikan Secara Kekeluargaan
BANTUL – Perkara perusakan kantor dan penganiayaan sejumlah karyawan PT Jogja Tugu Trans (JTT) pada Oktober tahun lalu memasuki fase-fase krusial. Manajemen PT JTT dan sebelas pelaku perusakan yang telah menyerahkan diri berhasil mencapai kesepakatan damai.
Kapolres Bantul AKBP Surawan menyebutkan, jumlah tersangka atas perusakan sekaligus penganiayaan itu sebanyak sebelas orang. Mereka menyerahkan diri sekitar sebulan lalu.
“Semua tersangka sudah kita periksa. Sudah kita BAP secara formal dan prosedural,” terang Surawan saat ditemui di ruang kerjanya akhir pekan lalu.
Surawan memastikan sebelas pelaku itu merupakan awak bus angkutan umum. Untuk itu, teka-teki siapa pelaku perusakan dan penganiayaan sudah terjawab.
“Kita tinggal menunggu waktu untuk mempertemukan mereka (tersangka dengan manajemen PT JTT),” ungkapnya.
Sebab, terang dia, kedua pihak telah bersepakat untuk damai. Kepolisian berencana mempertemukan mereka di Mapolres Bantul. Itu dilakukan untuk pembubuhan tanda tangan kesepakatan damai.
“Tinggal ketemu foto-foto bareng dan diekspose,” urainya.
Hanya, jelas Surawan, rencana tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Kepolisian masih menunggu kepastian longgarnya waktu kedua pihak.
Direktur Utama PT JTT Bambang Sugiharto membenarkan langkah kesepakatan tersebut. Sebenarnya antara manajemen PT JTT dengan sebelas pelaku itu telah melakukan kesepakatan damai. Para pelaku telah mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf.
“Sebenarnya mereka (pelaku) kan juga anak-anak kita sendiri. Antara korban (penganiayaan) dengan pelaku juga saling mengenal,” ulasnya.
Bahkan, lanjutnya, perkara perusakan dan penganiayaan yang terjadi pada 11 Oktober tahun lalu tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Persoalan ini tak akan dibawa ke ranah hukum.
“Kita telah memberikan pemahaman kepada mereka,” ujarnya.
Sekadar mengingatkan, Senin (11/11) sekitar pukul 09.00 kantor PT JTT yang terletak di Jalan Wonosari KM 6,4 Banguntapan diserang puluhan orang tak dikenal. Selain memecahkan kaca kantor, sekitar 20 orang yang sebagian mengenakan pakaian salah satu organda tersebut juga melukai tiga karyawan PT JTT. Mereka adalah Andi Herianto, Sugiono Pramudi, dan Jonni Supardi.
“Ada sekitar 50 orang. Cuma yang masuk ke dalam dan merusak sekitar 20 orang. Yang lainnya hanya berdiri di sekitar pintu gerbang,” kata Jonni Supardi. (zam/amd)