Soal Kondisi Pintu Perlintasan Tegalyoso
SLEMAN- Polres Sleman terus mendalami penyebab terbukanya palang pintu perlintasan kereta api (KA) di Dusun Tegalyoso, Banyuraden, Gamping, Sleman. Sejauh ini penyidik Polres Sleman masih terus menggali keterangan penjaga palang pintu yang saat itu bertugas Setyanto, 32. Ia menyebutkan palang pintu perlintasan KA itu sempat error alias bermasalah. Itu yang ditengarai menjadi pemicu tewasnya empat pengendara motor yang tertabrak KA Senja Utama Solo pada Kamis pagi (23/1) sekitar pukul 6.45 “Salah satu saksi yakni penjaga palang pintu KA memang mengatakan itu (palang perlintasan error, red),” ujar Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin kemarin (26/1). Meski demikian, keterangan Setyanto yang masuk sebagai karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sejak 2010 menjadi bahan pendalaman dan pengembangan. Penyidik juga akan meminta keterangan dari PT KAI maupun saksi-saksi lainnya yang mengetahui posisi Setyanto saat kejadian. Hingga sekarang polisi sudah memeriksa lima orang saksi. “Tiga orang yang mengetahui peristiwa itu sudah kami mintai keterangan. Juga seorang teknisi yang biasa melakukan perawatan palang pintu tersebut,” tambah Ihsan.
Ia meminta masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan. Mantan Kapolres Gunungkidul dan Bantul itu memastikan polisi bekerja profesional. “Kalau memang ada unsur kelalaian, tentu akan muncul tersangkanya,” imbuhnya. Tapi, polisi tak bisa begitu saja menetapkan tersangka. Sebab, pihaknya, harus memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka. “Tentu kami juga harus meminta konfirmasi dari PT KAI,” jelas mantan Kapolres Gunungkidul dan Bantul ini. Keterangan Setyanto itu rupanya berbeda dengan penjelasan resmi PT KAI. Manajer Humas PT KAI Bambang Setyo Prayitno menuturkan, pemeriksaan terakhir Selasa (21/1) atau dua hari sebelum kejadian, tak ada kerusakan dengan palang pintu perlintasan KA tersebut.
“Itu pemeriksaan berkala. Prosesnya juga berjenjang, dari mulai staf, sampai ada supervisor yang memastikan kondisi peralatan pengaman kelancaran perjalanan KA dalam kondisi baik,” ujar Bambang.
Hanya saja, saat kejadian apakah terjadi error, Bambang mengaku butuh pemeriksaan. Karena itu, usai kejadian, palang pintu itu tetap normal. “Harus diperiksa lebih mendalam. Makanya, ada tim dari kami yang bekerjasama dengan kepolisian,” lanjutnya. Bambang menambahkan, Setyanto sebagai petugas jaga pintu perlintasan KA telah memiliki sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Artinya, Setyanto yang tinggal di Dusun Gunturan, Triharjo, Pandak, Bantul itu sudah memenuhi persyaratan sebagai petugas penjaga palang pintu perlintasan. (eri/kus)