WONOSARI – Bupati Gunungkidul Badingah mencanangkan Pelopor Keselamatan Berlalulintas di taman kota Wonosari. Gerakan menekan kecelakaan lalu lintas tersebut menghadirkan dari kepolisian dan pejabat muspida.
Dalam kesempatan itu Badingah mengajak seluruh komponen masyarakat berpartisipasi guna mencegah atau setidaknya mengurangi angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Menurutnya, data dari kepolisian menyebut korban meninggal, luka berat atau luka ringan cukup memprihatinkan. “Jadi, perlu kesadaran semua pihak untuk menaati peraturan lalu lintas. Rambu-rambu di jalan bukan pajangan namun untuk dipatuhi demi menjaga keselamatan diri dan orang lain,” kata Badingah kemarin (27/1).
Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnaen mengatakan angka lakalantas di wilayahnya menurun. Ini terlihat di hari ke-12 Operasi Ketupat beberapa waktu lalu karena hanya terjadi 14 kasus lakalantas. “Namun kami mengimbau masyarakat berhat-hati di jalan. Itu salah satu kunci keselamatan berlalu lintas,” ucapnya.
Dia menjelaskan dari data yang ada, kasus lakalantas didominasi kendaraan roda dua yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan lainnya luka-luka. Kejadian tersebut berlangsung di seluruh wilayah hukum Polres Gunungkidul. “Berdasarkan kasus yang telah ditangani, penyebab terjadinya kecelakaan di jalan karena faktor human error, atau kesalahan manusia. Karena tidak hati-hati, akhirnya memicu terjadinya kecelakaan,” terangnya. Sebagai upaya pencegahan, pihaknya mengerahkan personel untuk ditempatkan di jalur tengkorak seperti Jalan Patuk-Wonosari misalnya. Tikungan tajam dan menurun, sering dilupakan pengendara untuk berhati-hati. Rambu peringatan juga dipasang di sepanjang jalan sebagai pengingat para pengguna jalan. (gun/iwa)