PERSIAPAN MATANG: Petugas pengendali massa (Dalmas) melakukan latihan pengamanan pemilu di Jalan Sugiyo Pranoto, Wonosari kemarin (27/1).
WONOSARI – Jelang pemilu 9 April 2014, Polres Gunungkidul mengantisipasi dampak negatif yang mungkin terjadi. Setidaknya ada empat titik rawan yang akan menjadi konsentrasi pengamanan oleh kepolisian.Keempat titik tersebut di antaranya, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan wilayah-wilayah yang terdapat caleg lebih dari satu orang dalam satu desa.”Untuk itu pagi ini (kemarin), digelar latihan pengendalian massa (Dalmas) pengunjukrasa di sini (Jalan Sugiyo Pranoto, Wonosari),” kata Kapolres Gunungkidul Faried Zulkarnain di sela memantau latihan kemarin (27/1).Dia menjelaskan, dalam pengamanan pemilu 2014 pihaknya telah menyiapkan 578 personel. Dalam pelaksanaan pemilu 2014 tidak menutup kemungkinan adanya gesekan antar-pendukung calon legislator maupun antar-partai politik. “Maka seperti yang sudah saya sampaikan, bahwa kami sudah memetakan sejumlah titik rawan konsentrasi massa,” ujar Faried.Sementara itu, Wakapolres Gunungkidul Kompol Irwan Setiawan berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga ketertiban. Kalau pada saat pelaksanaan nanti ada permasalahan hendaknya disampaikan dengan tertib.”Silakan sampaikan aspirasi. Namun pesan disampaikan dengan tertib melalui perwakilan jangan mengganggu ketertiban umum karena jika dilanggar kepolisian akan bertindak tegas,” kata Irwan.Selama latihan pengendalian massa kemarin dilaksanakan sekitar satu jam. Karena jumlah personel latihan sangat banyak, jalur menuju dan dari Polres Gunungkidul ditutup selama kegiatan. Jalan itu ditutup selama latihan dari pukul 10.00-11.00.Dalam simulasi, perempuan polisi berdiri di garis paling depan untuk mengendalikan emosi pengunjukrasa. Ketika massa tidak bisa dikendalikan, lalu masuk barisan kedua lengkap dengan peralatan tameng dan pentungan. Selanjutnya mobil water cannon diterjunkan untuk mengurai pengunjukrasa. Petugas juga memeragakan penembakan gas air mata karena dalam simulasi tersebut digambarkan situasi sudah tidak bisa dikendalikan. (gun/iwa)