JOGJA – Mendongkrak penjualan di diler Chevrolet Sumber Baru GM Jogjakarta, dilakukan dengan menggelar showroom even. Hingga saat ini mobil jenis MPV (Multi Purpose Vehicle) Chevrolet Spin masih berkontribusi paling besar dalam penjualan mobil asal Amerika Serikat tersebut di DIJ.Supervisor Chevrolet Sumber Baru GM Jogjakarta Bowo Dwi Riyawan menjelaskan seperti halnya lainnya, mobil jenis MPV merupakan yang paling dicari. Di Chevrolet sendiri, sekitar 80 persen penjualan di DIJ dan sekitarnya berasal dari Spin. “Setelah itu baru lainnya, seperti Aveo maupun Captiva,” ujarnya disela showroom even di diler Sumber Baru GM Jogjakarta Jalan Magelang Km 6 kemarin (26/1).Bowo menuturkan dengan gelaran showroom even, penjualan mobil Chevy, sebutan Chevrolet, penjualan dapat meningkat. Jika pada kondisi biasa rata-rata per bulan hanya menjual sekitar 60 unit, setelah menggelar showroom even bisa meningkat hingga 90 unit dalam sebulannya. “Dalam showroom even kita juga bisa menjelaskan kelebihan mobil Chevy dibandingkan lainnya,” ungkapnya.Menurut Bowo produk keluaran Chevy memiliki keunggulan dalam keamanan dan kenyamanan. Selain itu, dengan kondisi yang lebih santai sambil menikmati live music, pihaknya kembali menjelaskan dan mengedukasi pada calon customer tentang ketersediaan spare part, purna jual hingga servis. “Kami ingin memperkenalkan sekaligus mengedukasi customer,” tuturnya.Bowo menjelaskan untuk ketersediaan spare part, selain di diler resmi Chevy, dalam waktu dekat juga ada spare part produksi lokal Indonesia. Terutama untuk spare part Chevrolet Spin. Menurutnya hal itu untuk memudahkan pelanggan mendapatkan spare part diluar diler Chevy. “Ini juga menunjukkan jika mobil Chevy makin diminati,” ujarnya.Selama 2013 lalu, Sumber Baru GM Jogjakarta mampu menjual mobil Chevy hingga sekitar 720 unit. Pada 2014 ini, ditargetkan penjualan Chevy dapat meningkat hingga 20 persen. Bowo menjelaskan, saat ini kebanyakan pembeli Chevy melakukan transaksi secara cash. Sekitar 60 persen pembeli secara tunai dan sisanya kredit. Sehingga adanya kenaikan BI Rate, diakuinya tidak terlalu berpengaruh. “Justru yang terasa karena kurs dolar, perkiraannya bulan depan akan ada kenaikan harga,” terangya. (pra/ila)