JOGJA – Pemprov DIJ tengah bernegosiasi dengan perusahaan besar asal Taiwan, Foxconn Technology Group, untuk investasi di bidang teknologi. Minggu lalu sejak 19 hingga 23 Januari Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mendatangi pabrik Foxconn di Shenzhen Tiongkok.Foxconn sendiri merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi komponen elektronik terbesar di dunia. Perusahaan ini membuat motherboard yang digunakan oleh gadget ternama, misalnya motherboard di Iphone dan Ipad yang merupakan milik Apple.
Kedatangan HB X ke Tiongkok didampingi sejumlah pejabat seperti Kepala Bappeda DIJ Tavip Agus Rayanto, Kepala Badan Kerja Sama dan Penanaman Modal (BKPM) DIJ Dominicus Supratikno, dan Sekda Bantul Riyantono.Menurut HB X negosiasi masih cukup panjang. Dikatakann, Pemprov DIJ masih harus banyak menjawab persyaratan yang diinginkan perusahaan yang dipimpin Terry Gou tersebut.
Di antaranya terkait dengan lahan, tenaga kerja, infrastruktur berupa jalan, listik, air, telekomunikasi, hingga akses bandara. Pembicaraan soal pajak juga menjadi hal utama, baik skala nasional maupun daerah.
“Masih penjajakan. Ini saya diberi pertanyaan banyak sekali,” kata HB X saat ditemui di kompleks Kepatihan, kemarin (27/1).Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, lanjutnya, dia harus berkoordinasi dengan banyak pihak. Misalnya untuk listrik harus berkoordinasi dengan PLN, dan tenaga kerja maupun lahan juga perlu dibicarakan dengan sejumlah pemangku kepentingan. “Mereka (Foxconn) kan perlu juga hitung. Misalnya soal gaji atau tentang listrik apa bisa didekatkan. Juga telekomunikasi serta air bersih tersedia tidak, jalan dilewati truk bisa tidak juga terkait bandara. Kalau soal pajak, saya harus koordinasi dengan BKPM Pusat,” kata pria yang sudah 15 tahun menjadi Gubernur DIJ tersebut. HB X mengatakan, pabrik Foxconn yang di Tiongkok sangat besar. Berdiri di atas lahan seluas 200 hektare. Perusahaan tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 400 ribu orang. Dari jumlah itu, 20 ribu orang diantaranya adalah enginering atau ahli teknik yang bergerak di bidang riset dan pengembangan. Foxconn, kata HB X, memang belum mengatakan berapa kebutuhan lahan dan tenaga kerja yang diinginkan. Namun, dia membayangkan setidaknya DIJ harus mempersiapkan seperempat dari kapasitas yang ada di Tiongkok bila negosiasi tersebut berhasil. HB X mengaku belum menentukan lahan mana yang akan ditawarkan ke Foxconn. Meskipun saat kunjungan ke Tiongkok, dia mengajak Sekda Bantul. Sebagai informasi, di Bantul terdapat kawasan industri yakni Kecamatan Piyungan. “Dia tanya tenaga kerjanya bisa tidak dipenuhi. Minimal SMA, dan untuk research development minimal S1. Kalau cari insiyur (sarjana teknik) 5.000 orang per tahun siap tidak? Ya tunggu dulu, mikir sek,” katanya. Menurut HB X, DIJ juga punya pertimbangan untuk tawaran tersebut. DIJ berhitung tentang serapan tenaga kerja yang bisa dilakukan oleh investasi ini. “Kita juga harus negosiasi. Dia mau bangun seperti apa? Tenaga kerjanya banyak tidak. Kalau tidak banyak percuma,” terangnya. Pria yang bernama kecil BRM Herjuno Darpito tersebut mengatakan banyak pembicaraan yang masih akan dilakukan oleh keduanya. Rencananya, pada awal Februari pihak Foxconn yang gantian berkunjung ke DIJ. “Nanti Februari mereka akan ke sini. Nanti tanyakan sendiri saja kepada mereka,” tutupnya. (hed/ila)