DIHENTIKAN: Polisi Polres Kulonprogo melumpuhkan salah seorang kawanan pencurian dengan pemberatan, kemarin.
WATES – Satreskrim Polres Kulonprogo meringkus pelaku percobaan pencurian disertai pemberatan (curat) yang beraksi di salah satu dealer sepeda motor Jalan Wates-Jogja Giripeni, Wates, Kulonprogo, Sabtu (25/1) pukul 19.30. Pelaku curat dilumpuhkan ketika mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap petugas.Kanit III Satreskrim Polres Kulonprogo Iptu Munarso mengatakan, pelaku percobaan pencurian disertai pemberatan yang diamankan yaitu Wj, 33, warga Surakarta; Rdw alias Komari, 33, warga Kuningan, Semarang; Hry alias Hary, 38, warga Delanggu, Klaten; dan Syt alias Bravo warga Grobogan. Keempatnya diketahui melakukan percobaan pencurian dengan pemberatan saat mencoba masuk ke dealer dengan membobol tembok.”Aksi pelaku ini pertama kali diketahui security yang sedang keliling mengontrol dealer. Kemudian pelaku yang belum berhasil membobol tembok, langsung melarikan diri,” kata Munarso di Polres Kulonprogo, kemarin (27/1).Tak lama setelah security dealer menghubungi Satreskrim Polres Kulonprogo, akhirnya keempat pelaku berhasil diamankan. Dalam modus operandinya, setiap pelaku memiliki tugas berbeda. Syt bertugas mengawasi keadaan. Sedangkan tiga pelaku lain berusaha membongkar tembok dengan alat yang sudah dipersiapkan.Munarso mengatakan, selain meringkus keempat pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti berupa linggis yang sudah dimodifikasi, gergaji, alat bor, kunci T, tas punggung, dan dua unit sepeda motor. Dalam proses penyidikan, pelaku berniat mengambil uang di dalam dealer.”Kalau mereka berhasil masuk, uang di dalam dealer akan diambil. Namun aksinya itu gagal setelah security mengetahuinya,” kata Munarso.Kemudian, untuk mengindetifikasi apakah kawanan pencuri ini merupakan pelaku pencurian sepeda motor (curanmor), mengingat dari barang bukti juga ditemukan adanya kunci T. Sejauh ini polisi masih melakukan penyidikan. Aksi ini bisa dimungkinkan kejahatan lintas provinsi mengingat pelaku berasal dari luar DIJ. Sehingga pihaknya akan mengupayakan koordinasi dengan seluruh jajaran kepolisian baik di DIJ maupun di wilayah hukum Polda Jateng.”Kami akan perdalam track record dari keempat pelaku. Sejauh ini belum ada indikasi yang mengarah apakah mereka juga pelaku curanmor, maupun berstatus sebagai residivis,” katanya. Pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 angka 4e angka 5e sub pasal 362 jo 55 jo 53 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.Sementara itu Syt alias Bravo menjelaskan bahwa sebelum melakukan aksi, mereka membagi tugas sekaligus mempersiapkan peralatan. Mantan copet yang kerap beraksi di Stasiun Semarang ini mengaku jika berhasil mengambil uang, hasilnya dibagi rata untuk mengembalikan tanggungan utang judi togel dan judi bola.”Ya rencana awal kalau berhasil mengambil uang mau dibagi rata. Karena banyak utang judi, terpaksa kami melakukannya,” kata Bravo. (fid/iwa)