JOGJA – Memudahkan wajib pajak (WP) yang akan membayarkan kewajiban pajaknya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menggandeng BRI Jogjakarta. Agar WP bisa melakukan pembayaran pajak secara online (e-tax). Dengan e-tax ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penerimaan pajak di Kota Jogja.Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan MoU pembayaran pajak online (e-tax) antara Pemkot Jogja dengan PT BRI Persero di Kantor Wilayah BNI Jogjakarta kemarin (27/1). Melalui MoU ini diharapkan efektivitas pembayaran pajak bisa ditingkatkan dan ada akhirnya juga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Jogja.Pimpinan Wilayah BRI Jogjakarta Triyana mengungkapkan melalui e-tax ini lebih menguntungkan bagi Pemkot Jogja. Hal itu karena nantinya pajak yang dibayarkan bisa langsung diterima. Pelaporannya menjadi setiap hari. Selain itu efektivitas pembayaran juga meningkat, karena pihaknya akan membuat sistem yang terhubung langsung dengan Pemkot. “Sehingga pengecekan bisa setiap saat,” ujar Triyana.BRI juga akan memberikan perangkat komputer ke beberapa WP di Kota Jogja. Pada tahap awal, pihaknya akan menyasar ke hotel, restoran, tempat parkir dan pusat perbelanjaan di Kota Gudeg ini. Triyana mencontohkan, seperti untuk perhotelan, setiap tamu hotel yang melakukan pembayaran secara otomatis pajaknya akan terpotong dan disetorkan ke rekening.Menurutnya melalui e-tax ini, pihaknya ingin membantu dalam pemungutan pajak daerah. Kerja sama ini merupakan salah satu wujud nyata bentuk layanan BRI untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi WP dalam melakukan pembayaran pajak secara online. “Dengan sistem online ini WP tidak lagi bisa menyembunyikan kewajiban perpajakannya,” jelas Triyana.Sementara itu, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti berharap dengan e-tax ini bisa membangkitkan semangat membayar pajak bagi WP di Kota Jogja. Selain itu dengan MoU tersebut, pihaknya juga akan terus melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi dalam menggenjot penerimaan pajak. “Kepatuhan pajak itu termasuk dalam waktu dan jumlah pajak yang dibayarkannya,” ujar Haryadi.Diakuinya sektor pajak ini berkontribusi cukup besar dalam PAD Kota Jogja. Sekitar 30 persen PAD Kota Jogja berasal dari pajak. Sedangkan sektor yang berkontribusi terbesar dalam pajak di Kota Jogja, berasal dari sektor ritel. Selama 2013 lalu, penerimaan pajak di Pemkot Jogja mencapai sekitar Rp 250 miliar. “Kalau untuk penerimaan pajak tahun ini masih kita bahas,” tuturnya. (pra)