JOGJA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ tak ingin berlama-lama mengusut dugaan korupsi di PT PLN area Jogjakarta. Setelah menaikkan ke tahap penyidikan, pekan ini tim penyidik akan mulai pemeriksaan. Rencanannya, hari ini penyidik memeriksa empat orang sebagai saksi untuk tersangka mantan Manajer Area PT PLN APJ Jogjakarta Subuh Isnandi.
“Mereka semua panitia lelang pada tahun anggaran 2012 lalu,” kata Kasi Penkum Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji SH kemarin (27/1).
Keempat panitia lelang itu ialah ketua panitia, sekretaris, anggota, dan seorang pemeriksa barang. Mereka merupakan panitia lelang saat PT PLN Area Jogjakarta mengadakan pengerjaan proyek senilai Rp 22 miliar. Menurut Purwanta para saksi akan dimintai keterangan seputar proyek renovasi kantor PLN Area Jogjakarta yang dilaksanakan pada 2012 lalu. Berdasarkan temuan tim penyidik, proses pengerjaan proyek diduga tidak sesuai harga.
“Panitia lelang patut diduga mengetahui banyak hal mengenal lelang internal PLN. Karena itu, penyidik akan minta keterangan seputar masalah tersebut,” terang Purwanta.
Untuk menguatkan bukti awal, tim penyidik menyita data dan dokumen terkait proyek tersebut. Data dan dokumen yang disita nantinya juga akan digunakan sebagai dasar proses penghitungan kerugian keuangan negara. “Dokumen yang disita untuk mendukung penyidikan perkara tersebut,” paparnya.
Dari temuan awal penyidik, ada selisih antara biaya yang dikeluarkan dengan proyek yang dikerjakan oleh rekanan. “Biaya proyek kemahalan, ada selisih biaya antara nilai riil pengerjaan dengan anggaran yang disediakan,” ungkapnya.
Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN Distribusi Jawa Tengah-DIJ Priyono enggan memberikan tanggapan mengenai kasus hukum yang menyeret mantan Manajer Area PLN Jogjakarta Subuh Isnandi. Ia akan melaporkan perkara hukum ini lebih dulu kepada pimpinan PT PLN Distribusi Jawa Tengah-DIJ.
“Kami baru tahu dari media. Jadi kami belum bisa memberikan tanggapan. Kami laporkan dulu ke pimpinan,” kata Priyono. (mar/ila)