BANTUL – Jumlah pedukuhan di Bantul sebanyak 933. Hanya saja, dari
jumlah tersebut baru 81 pedukuhan yang telah mengajukan proposal dana
keistimewaan (Danais) pada tahun ini. “Pada tahun lalu malah masih 18 pedukuhan,” terang Ketua Paguyuban
Pedukuhan (Pandu) se-Bantul Sulistyo Atmojo kemarin (28/1).
Meski tidak ada penambahan signifikan, namun Sulis mengapresiasi
kemajuan tersebut. Dia berharap pada tahun depan seluruh pedukuhan
se-Bantul dapat mengakses danais. “Proposal dari 81 pedukuhan sudah diajukan sebelum Januari kemarin,” ujarnya.
Meski begitu, Sulis mengaku sedikit pesimistis. Alasannya, penerimaan
proposal dari pedukuhan juga berada di tangan pemerintah provinsi DIJ. “Kami hanya bisa mengusahakan. Dan pada tahun 2016 kami menargetkan seluruh pedukuhan dapat maksimal,” ungkapnya.
Sulis berpendapat tak terserapnya danais di seluruh pedukuhan
disebabkan beberapa hal. Antara lain, kurangnya sosialisasi mengenai
mekanisme pengajuan danais di tingkat bawah.
“Ya dampaknya banyak kelompok maupun pegiat kesenian yang terlambat
mengajukan proposal,” urainya.
Karena itu, Sulis mengimbau agar seluruh pedukuhan bergegas.
Setidaknya sebelum akhir tahun ini mereka dapat mengakses.
“Atau kita hanya akan jadi penonton,” pungkasnya.(zam)