MUNGKID – Bencana banjir yang menimpa sejumlah daerah, berimbas ke sejumlah pedagang pasar tradisional di Kabupaten Magelang. Mereka mengeluhkan minimnya stok sejumlah komoditas. Di antaranya, minyak goreng curah dan beras.Salah satu pedagang di Pasar Tradisional Borobudur Sarwanah mengaku, beberapa waktu belakangan pasokan minyak goreng yang diterimanya mengalami pengurangan. Sebelumnya, pasokan minyak goreng curah mencapai tiga jerigen setiap hari. Saat ini, berkurang jadi dua jerigen per hari. Di mana, satu jerigen berisi 17 kilogram minyak goreng curah.Akibat dari itu, terjadi kenaikan harga.”Kenaikan harga dan minimnya pasokan karena distribusi minyak goreng terhambat banjir,” ungkap Sarwanah, kemarin (28/1).Selain minyak goreng curah, pasokan minyak goreng kemasan yang biasa diterimanya juga berkurang. Jika dua kali dalam seminggu, kini hanya diterima satu kali per minggu.Sekali pengiriman, Sarwanah menerima tiga kardus minyak goreng. Sekarang, berkurang njadi dua kardus minyak goreng. Satu kardus berisi 12 liter minyak goreng kemasan. Minyak goreng curah biasa diterimanya dari Semarang. Sedangkan pasokan minyak goreng kemasan berasal dari Jakarta.Dari data yang berhasil dikumpulkan, harga minyak goreng curah dan kemasan mengalami kenaikan signifikan. Harga per kilogram minyak goreng kemasan, saat ini Rp 12.500 – Rp 3 ribu dari harga sebelumnya, Rp 11 ribu per kilogram.Demikian juga dengan harga minyak goreng curah, naik dari Rp 11 ribu per kilogram menjadi Rp 11.700 per kilogram. Ini terjadi dalam beberapa hari ini.”Minyak goreng curah naik selama seminggu terakhir. Sementara, harga minyak goreng kemasan sudah naik sejak sebulan lalu,” imbuh Solikhah, pedagang lainnya.Menurutnya, kenaikan harga minyak goreng kemasan dikarenakan kenaikan harga gas 12 kilogram pada awal bulan lalu. Sementara, minyak goreng curah, lebih faktor distribusi barang yang tersendat.Perempuan berusia 37 tahun ini berharap, kondisi ini mendapat perhatian Pemkab Magelang. Kalau kenaikan harga terus terjadi, yang dirugikan para pedagang.”Kami berharap, pemangku kebijakan menormalkan harga, kasihan rakyat kecil,” pintanya.(ady/hes)